Indonesia | English
  BADAN POM
Halaman Utama 
Profil 
Berita Aktual 
Siaran Pers /
Peringatan Publik
 
Peraturan
Brosur
Publikasi
  LAPORAN
  KOMODITI
  WEB UNIT
Unit Layanan Pengaduan Konsumen
Informasi Obat
Informasi Keracunan
Obat Bahan Alam Indonesia
Sistem Keamanan Pangan Terpadu
Khusus : Garam Beryodium
 
  |
  POLLING



:: Foto Kegiatan ::

VISI & MISI

Visi Badan POM
Menjadi Institusi
Pengawas Obat dan
Makanan yang Inovatif,
Kredibel dan Diakui
Secara Internasional
untuk Melindungi
Masyarakat.


Misi Badan POM
1. Melakukan
Pengawasan
Pre-Market dan
Post-Market Berstandar
Internasional.

2. Menerapkan Sistem
Manajemen Mutu Secara
Konsisten.

3. Mengoptimalkan
Kemitraan dengan
Pemangku Kepentingan
di Berbagai Lini.

4. Memberdayakan
Masyarakat agar
Mampu Melindungi
Diri dari Obat dan
Makanan Yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.

5. Membangun
Organisasi Pembelajar
(Learning Organization).

FUNGSI BADAN POM

Fungsi Badan POM
1. Pengaturan, Regulasi,
dan Standardisasi.

2. Lisensi dan
Sertifikasi Industri
di Bidang Farmasi
Berdasarkan Cara-cara
Produksi yang Baik.

3. Evaluasi Produk
Sebelum Diizinkan
Beredar.

4. Post Marketing
Vigilance Termasuk
Sampling dan
Pengujian Laboratorium,
Pemeriksaan Sarana
Produksi dan Distribusi,
Penyidikan dan
Penegakan Hukum.

5. Pre-audit dan
Pasca-audit Iklan
dan Promosi produk.

6. Riset Terhadap
Pelaksanaan Kebijakan
Pengawasan Obat
dan Makanan.

7. Komunikasi, Informasi
dan Edukasi Publik
Termasuk Peringatan
Publik.

 24 USER ONLINE
TOTAL VISITS: TAHUN 2013
 
Pencarian Data Berdasarkan
Tanggal to Kategori
BERITA AKTUAL
Jumat, 20 Juli 2012  (Balai Besar/Balai POM > Mataram)
Perluasan Cakupan Sertifikasi Halal, Dibentuk Pokja Halal

Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu provinsi dengan mayoritas penduduk beragama Islam, sehingga faktor kehalalan suatu produk merupakan hal yang menjadi perhatian bersama. Dalam rangka memberikan rasa aman dan ketenangan batin bagi masyarakat muslim, maka sejak tahun 2007 Provinsi Nusa Tenggara Barat memiliki Kesepakatan Bersama antara Kepala Balai Besar POM di Mataram, Ketua MUI Provinsi NTB dan Kepala Kanwil Kemenag Provinsi NTB untuk melaksanakan Sertifikasi Halal dan Pencantuman Kata Halal Pada Label. Implementasi dari Kesepakatan Bersama ini telah berjalan dengan harmonis dengan prioritas utama Sertifikasi dan Labelisasi Halal untuk produk pangan lokal di NTB.

Sampai dengan tahun 2012 telah diterbitkan sebanyak 282 Sertifikat Halal dan 228 Persetujuan Pencatuman Logo/Tulisan Halal pada label. Namun capaian ini belum optimal dibandingkan jumlah industri pangan dan pengrajin pangan, restoran dan rumah makan yang mencapai ribuan jumlahnya.

Untuk memperluas cakupan Sertifikasi Halal dan dalam rangka mendukung Pencanangan Provinsi Nusa Tenggara Barat sebagai Provinsi Percontohan Pemasyarakatan Gerakan Masyarakat Sadar halal (Gemar Halal) oleh Kementerian Agama RI, pada tanggal 16 Juli 2012 telah dilakukan pertemuan bertempat di Ruang Rapat Utama Kanwil Kementerian Agama Provinsui NTB dalam rangka membentuk Kelompok Kerja (Pokja) Halal yang melibatkan stake holder terkait Pembinaan dan Pengawasan Produk Halal, yaitu : Kementerian Agama Provinsi NTB, BBPOM di Mataram, Majelis Ulama Indonesia Provinsi NTB, Dinas Kesehatan Provinsi NTB, Disperindag Provinsi NTB, Diskoperindag dan UMKM Provinsi NTB, Disnak Provinsi NTB, Distan Provinsi NTB, DKP Provinsi NTB dan Dinas Budpar Provinsi NTB.

Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Provinsi NTB Drs. H. Usman sangat berharap agar seluruh pihak mendukung Pencanangan Gemar Halal di Provinsi NTB, mengingat mayoritas penduduk NTB adalah muslim. Guna memadukan, menyerasikan dan mensinkronkan berbagai kepentingan yang saling terkait dalam rangka meningkatkan Pembinaan dan Pengawasan terhadap Produk Halal yang beredar di Provinsi Nusa Tenggara Barat maka akan diterbitkan SK Gubernur NTB tentang Kelompok Kerja Pembinaan dan Pengawasan Produk Halal di NTB.

BBPOM di Mataram memiliki peran yang strategis dalam mendukung Pokja ini karena merupakan lembaga yang memiliki tupoksi dalam Pengawasan Obat dan Makanan. Tersedianya alat PCR (Polymerase Chain Reaction) untuk mendeteksi kehalalan sangat membantu dalam mewujudkan program Keamanan dan Kehalalan suatu produk mendukung visi NTB yaitu beriman dan berdaya saing (NTB Bersaing).

BBPOM di Mataram

 
  KEPALA BADAN POMSESTAMADEPUTI IDEPUTI IIDEPUTI III
 
dr. M. Hayatie Amal, MPH
Dra. A. Retno Tyas Utami,
Apt., M.Epid
Drs. T. Bahdar Johan H.,
Apt., M.Pharm.
Ir. Roy A. Sparringa,
M.App.Sc., Ph.D
Klarifikasi BPOM 
  1. Klarifikasi :
    Tidak Ada Pelatihan
    Nasional Makanan,
    Minuman dan Obat
  2. Penipuan Yang
    Mengatasnamakan
    Pejabat Badan POM
  3. Luwak White Coffee
  4. Larangan Konsumsi
    Merk Obat Tertentu
  5. Iklan Kemitraan
  6. Saus Tabasco
    dan HP
 
LAYANAN PUBLIK




  SPECIAL INTEREST












Badan POM (NA-DFC)
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333
Email: Informasi@pom.go.id
Copyright 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan - Indonesia.
All rights reserved.

Best viewed in 1024 x 768 px