Indonesia | English
  BADAN POM
Halaman Utama 
Profil 
Berita Aktual 
Siaran Pers /
Peringatan Publik
 
Peraturan
Brosur
Publikasi
  LAPORAN
  KOMODITI
  WEB UNIT
Unit Layanan Pengaduan Konsumen
Informasi Obat
Informasi Keracunan
Obat Bahan Alam Indonesia
Sistem Keamanan Pangan Terpadu
Khusus : Garam Beryodium
 
  |
  POLLING



:: Foto Kegiatan ::

VISI & MISI

Visi Badan POM
Menjadi Institusi
Pengawas Obat dan
Makanan yang Inovatif,
Kredibel dan Diakui
Secara Internasional
untuk Melindungi
Masyarakat.


Misi Badan POM
1. Melakukan
Pengawasan
Pre-Market dan
Post-Market Berstandar
Internasional.

2. Menerapkan Sistem
Manajemen Mutu Secara
Konsisten.

3. Mengoptimalkan
Kemitraan dengan
Pemangku Kepentingan
di Berbagai Lini.

4. Memberdayakan
Masyarakat agar
Mampu Melindungi
Diri dari Obat dan
Makanan Yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.

5. Membangun
Organisasi Pembelajar
(Learning Organization).

FUNGSI BADAN POM

Fungsi Badan POM
1. Pengaturan, Regulasi,
dan Standardisasi.

2. Lisensi dan
Sertifikasi Industri
di Bidang Farmasi
Berdasarkan Cara-cara
Produksi yang Baik.

3. Evaluasi Produk
Sebelum Diizinkan
Beredar.

4. Post Marketing
Vigilance Termasuk
Sampling dan
Pengujian Laboratorium,
Pemeriksaan Sarana
Produksi dan Distribusi,
Penyidikan dan
Penegakan Hukum.

5. Pre-audit dan
Pasca-audit Iklan
dan Promosi produk.

6. Riset Terhadap
Pelaksanaan Kebijakan
Pengawasan Obat
dan Makanan.

7. Komunikasi, Informasi
dan Edukasi Publik
Termasuk Peringatan
Publik.

 22 USER ONLINE
TOTAL VISITS: TAHUN 2013
 
Pencarian Data Berdasarkan
Tanggal to Kategori
BERITA AKTUAL
Selasa, 2 April 2013  (Balai Besar/Balai POM > Gorontalo)
Bantuan Teknis Penyidikan Tindak Pidana Obat dan Makanan

Sebagai wujud peningkatan pengetahuan petugas mengenai penyidikan tindak pidana obat dan makanan, pada hari Rabu (27/03/2013) Balai POM (BPOM) di Gorontalo menyelenggarakan kegiatan Bantuan Teknis Penyidikan Tindak Pidana Obat dan Makanan. Kegiatan diikuti oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS), Staf Seksi Pemdik Serlik dan perwakilan staf seksi pengujian BPOM di Gorontalo.

Sebagai nara sumber adalah Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan (PPOM) Badan POM RI. Pada penyampaian materi dengan judul ”Optimalisasi Kegiatan Penyidikan”, Kepala PPOM menyatakan bahwa seorang penyidik harus dibekali dengan pengetahuan dan dasar yang benar agar proses penyidikan dapat berjalan lancar. Keberanian PPNS dalam menangani tindak pidana obat dan makanan akan berkembang seiring dgn meningkatnya perkara yang ditangani. Selain itu koordinasi dgn CJS merupakan suatu kebutuhan bagi PPNS untuk keefektifan penanganan perkara tanpa harus mengurangi integritas PPNS. Bila ada hambatan dalam penyidikan dapat dikomunikasikan dengan Korwas PPNS dan hendaknya dilakukan koordinasi sejak awal dengan Kejaksaan sehingga bila ada perbedaan persepsi segera dapat diketahui dan diselesaikan.

Kegiatan Bantuan Teknis ini sangat diperlukan bagi BPOM di Gorontalo khususnya PPNS untuk menambah wawasan dalam hal penanganan perkara tindak pidana obat dan makanan sehingga upaya penegakan hukum di Propinsi Gorontalo dapat berjalan dengan konsisten.

BPOM di Gorontalo


 
  KEPALA BADAN POMSESTAMADEPUTI IDEPUTI IIDEPUTI III
 
dr. M. Hayatie Amal, MPH
Dra. A. Retno Tyas Utami,
Apt., M.Epid
Drs. T. Bahdar Johan H.,
Apt., M.Pharm.
Ir. Roy A. Sparringa,
M.App.Sc., Ph.D
Klarifikasi BPOM 
  1. Klarifikasi :
    Tidak Ada Pelatihan
    Nasional Makanan,
    Minuman dan Obat
  2. Penipuan Yang
    Mengatasnamakan
    Pejabat Badan POM
  3. Luwak White Coffee
  4. Larangan Konsumsi
    Merk Obat Tertentu
  5. Iklan Kemitraan
  6. Saus Tabasco
    dan HP
 
LAYANAN PUBLIK




  SPECIAL INTEREST












Badan POM (NA-DFC)
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333
Email: Informasi@pom.go.id
Copyright 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan - Indonesia.
All rights reserved.

Best viewed in 1024 x 768 px