Indonesia | English
  BADAN POM
Halaman Utama 
Profil 
Berita Aktual 
Siaran Pers /
Peringatan Publik
 
Peraturan
Brosur
Publikasi
  LAPORAN
  KOMODITI
  WEB UNIT
Unit Layanan Pengaduan Konsumen
Informasi Obat
Informasi Keracunan
Obat Bahan Alam Indonesia
Sistem Keamanan Pangan Terpadu
Khusus : Garam Beryodium
 
  |
  POLLING



:: Foto Kegiatan ::

VISI & MISI

Visi Badan POM
Menjadi Institusi
Pengawas Obat dan
Makanan yang Inovatif,
Kredibel dan Diakui
Secara Internasional
untuk Melindungi
Masyarakat.


Misi Badan POM
1. Melakukan
Pengawasan
Pre-Market dan
Post-Market Berstandar
Internasional.

2. Menerapkan Sistem
Manajemen Mutu Secara
Konsisten.

3. Mengoptimalkan
Kemitraan dengan
Pemangku Kepentingan
di Berbagai Lini.

4. Memberdayakan
Masyarakat agar
Mampu Melindungi
Diri dari Obat dan
Makanan Yang Berisiko
Terhadap Kesehatan.

5. Membangun
Organisasi Pembelajar
(Learning Organization).

FUNGSI BADAN POM

Fungsi Badan POM
1. Pengaturan, Regulasi,
dan Standardisasi.

2. Lisensi dan
Sertifikasi Industri
di Bidang Farmasi
Berdasarkan Cara-cara
Produksi yang Baik.

3. Evaluasi Produk
Sebelum Diizinkan
Beredar.

4. Post Marketing
Vigilance Termasuk
Sampling dan
Pengujian Laboratorium,
Pemeriksaan Sarana
Produksi dan Distribusi,
Penyidikan dan
Penegakan Hukum.

5. Pre-audit dan
Pasca-audit Iklan
dan Promosi produk.

6. Riset Terhadap
Pelaksanaan Kebijakan
Pengawasan Obat
dan Makanan.

7. Komunikasi, Informasi
dan Edukasi Publik
Termasuk Peringatan
Publik.

 21 USER ONLINE
TOTAL VISITS: TAHUN 2013
 
NATIONAL SINGLE WINDOW (NSW) BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN (e-bpom)
 
Informasi Terkini Tanya Jawab e-bpom
 
Subsite e-bpom Badan Pengawas Obat dan Makanan
 

Teknologi informasi dan komunikasi menawarkan kesempatan untuk negara maju dan negara berkembang. Saat ini negara-negara maju telah melewati era industri dan era informasi, sedang negara-negara berkembang belum menjadi negara industri, namun harus dihadapkan pada era teknologi informasi dan komunikasi. Ini adalah suatu tantangan bagi negara berkembang, di satu sisi harus melaksanakan pembangunan tetapi di sisi lain harus mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Indonesia dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi negara yang mampu bersaing di era pasar bebas yang semakin kompetitif ini. Pertukaran informasi serta data yang sangat cepat menuntut Badan POM untuk dapat mengikuti trend kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dengan tidak mengurangi kemanan, kualitas dan khasiat/kemanfaatan suatu produk. Sesuai dengan visi dan misi Badan POM yang sejalan dengan Blue Print INSW, sistem e-bpom memberikan jawaban terhadap tantangan pertukaran informasi dan data proses importasi produk.

Memberikan pelayanan lebih cepat dan tepat serta memberikan informasi yang berkesinambungan, PIOM  diberikan mandat mengelola webesite resmi Badan POM untuk memberikan kemudahan informasi produk obat dan makanan. Subsite ebpom ini terbit dengan informasi HS Code, Cara Registrasi, Forum Tanya jawab dan Dasar Hukum.

Adapun informasi penting yang saat ini disajikan pada subsite e-bpom adalah :

Melalui reformasi birokrasi, Badan POM dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat berusaha untuk terus memberikan pelayanan publik secara konsisten dan berkesinambungan. Pada tahun 2013 ini, Badan POM berusaha untuk lebih maju, salah satunya dengan membangun masyarakat yang mandiri serta dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan masyarakat informasi yang cerdas dan produktif. Pada tahun 2010, 2011 serta 2012 Badan POM mendapat pengakuan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk laporan keuangan yang diberikan oleh BPK. Pengakuan tersebut bukan tidak berdasarkan alasan mengingat keja keras serta bukti komitmen Badan POM untuk memberikan pelayanan yang berdasarkan visi dan misi yang ada. Sesuai dengan tujuan bisnis proses ebpom yaitu : 1. Integrasi (Percepatan proses ekspor-impor – monitoring melalui tracking) 2. Competition Global (Meningkatkan daya saing perekonomian nasional dan mendorong masuknya investasi) 3. Transparansi Pelayanan ekspor-impor yang lebih transparan 4. Kredibelitas (Pelayanan yang dapat dipercaya dan diakui baik nasional maupun internasional) serta 5. Akuntabilitas (Pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan)  dan juga dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dapat menghantarkan negara Indonesia  menjadi negara yang mampu bersaing di era pasar bebas yang semakin kompetitif ini. Maka mau tidak mau, siap tidak siap Indonesia sebagai negara berkembang, sejak dini harus mempersiapkan diri menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi apabila tidak mau tertinggal dan kalah bersaing dengan negara lain. Di sinilah diperlukan berbagai upaya dari semua fihak yang terkait untuk dapat mewujudkannya.


Mari membangun bangsa !

 

 

Pusat Informasi Obat dan Makanan

 
  KEPALA BADAN POMSESTAMADEPUTI IDEPUTI IIDEPUTI III
 
dr. M. Hayatie Amal, MPH
Dra. A. Retno Tyas Utami,
Apt., M.Epid
Drs. T. Bahdar Johan H.,
Apt., M.Pharm.
Ir. Roy A. Sparringa,
M.App.Sc., Ph.D
Klarifikasi BPOM 
  1. Klarifikasi :
    Tidak Ada Pelatihan
    Nasional Makanan,
    Minuman dan Obat
  2. Penipuan Yang
    Mengatasnamakan
    Pejabat Badan POM
  3. Luwak White Coffee
  4. Larangan Konsumsi
    Merk Obat Tertentu
  5. Iklan Kemitraan
  6. Saus Tabasco
    dan HP
 
LAYANAN PUBLIK




  SPECIAL INTEREST












Badan POM (NA-DFC)
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp: (021) 4244691/42883309/42883462, Fax: (021) 4263333
Email: Informasi@pom.go.id
Copyright 2010 Badan Pengawas Obat dan Makanan - Indonesia.
All rights reserved.

Best viewed in 1024 x 768 px