1. Beranda
  2. Berita Aktual
  3. Siaran Pers/Peringatan Publik
  4. Klarifikasi BPOM
  5. Pengaduan Konsumen
  6. Produk Ditarik
  7. Produk Teregistrasi
    1. Obat
    2. Obat Tradisional
    3. Suplemen Makanan
    4. Kosmetik
    5. Produk Pangan
  8. Peraturan
    1. Laporan Keuangan
    2. Laporan Tahunan
    3. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
    4. Laporan Kinerja
    5. Laporan PNBP
    6. Laporan BMN
  9. Layanan Publik
    1. LPSE
    2. e-bpom
    3. Notifikasi Kosmetik
    4. e-Registration Obat
    5. e-Registration Obat Tradisional
    6. e-Registration Pangan Olahan
  10. PPID
    1. Obat
    2. Obat Tradisional
    3. Suplemen Makanan & Kuasi
    4. Kosmetika
  11. Rekrutmen CPNS

BADAN POM RI
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp : (021) 4244691/42883309/42883462
Fax: (021) 4263333
Email : ulpk@pom.go.id




Konferensi Pers Hasil Pengawasan Pasar Aman : Kerupuk Nasi Mengandung Boraks

3 Februari 2016 | 17:04 WIB (Balai Besar/Balai POM » Padang)


Padang – Bertempat di ruang rapat Kepala BBPOM di Padang, Drs. Zulkifli, Apt mengadakan konferensi pers hasil pengawasan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya pada hari senin tanggal 2 Februari 2016. Turut hadir Dinas Kesehatan Kota Padang dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Padang. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari acara kampanye Pasar Aman dari Bahan Berbahaya yang telah dilaksanakan pada tanggl 28 Januari 2016 di Pasar Bandar Buek Padang, dalam rangka HUT Badan POM RI ke-15.

 

Dari hasil pengawasan tersebut ternyata ditemukan kerupuk nasi positif mengandung Bahan Berbahaya Boraks. “Dari hasil pengujian yang sudah dilakukan ternyata dari 32 sampel makanan yang diperiksa, ternyata ada 1 makanan yang positif mengandung Bahan Berbahaya Boraks yaitu Kerupuk Nasi berbentuk segi empat berwarna kuning”, ungkap Zulkifli saat jumpa pers.

 

Oleh karena itu BBPOM di Padang bersama instansi terkait akan menelusuri UKM yang membuat kerupuk nasi tersebut.  Pencarian UKM penghasil kerupuk nasi tersebut bukan untuk mematikan usaha masyarakat, namun lebih pada pengawasan penggunaan pangan yang aman dikonsumsi, sehingga masyarakat terbebas dari berbagai zat mengandung bahan berbahaya bagi kesehatan.

 

Boraks merupakan zat kimia yang digunakan sebagai bahan pengawet yang berfungsi untuk membunuh kuman. Boraks biasanya dipakai untuk membuat campuran deterjen, salep kulit dan pengawet kayu. Dampak jangka panjang yang akan dialami manusia jika mengkonsumsi boraks adalah mengalami penyakit berat seperti kanker dan kerusakan hati.

 

Dalam kesempatan itu Zulkifli menghimbau pedagang untuk tidak menjual kerupuk nasi yang mengandung boraks tersebut. “Produsen akan dibina agar tidak membuat kerupuk menggunakan boraks lagi, Pemerintah Daerah diharapkan dapat membina pedagang dan produsen tersebut. Masyarakat diminta untuk lebih waspada membeli aneka kerupuk”, tutup Zulkifli.

 

Balai Besar POM di Padang



Beralih ke versi : Desktop

Aktifkan Javascript pada Browser Anda