1. Beranda
  2. Berita Aktual
  3. Siaran Pers/Peringatan Publik
  4. Klarifikasi BPOM
  5. Pengaduan Konsumen
  6. Produk Ditarik
  7. Produk Teregistrasi
    1. Obat
    2. Obat Tradisional
    3. Suplemen Makanan
    4. Kosmetik
    5. Produk Pangan
  8. Peraturan
    1. Laporan Keuangan
    2. Laporan Tahunan
    3. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
    4. Laporan Kinerja
    5. Laporan PNBP
    6. Laporan BMN
  9. Layanan Publik
    1. LPSE
    2. e-bpom
    3. Notifikasi Kosmetik
    4. e-Registration Obat
    5. e-Registration Obat Tradisional
    6. e-Registration Pangan Olahan
  10. PPID
    1. Obat
    2. Obat Tradisional
    3. Suplemen Makanan & Kuasi
    4. Kosmetika
  11. Rekrutmen CPNS

BADAN POM RI
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp : (021) 4244691/42883309/42883462
Fax: (021) 4263333
Email : ulpk@pom.go.id




Siklamat dapat Menyebabkan Penyakit Lupus

25 Maret 2016 | 22:22 WIB (Hukmas)


Penjelasan Badan POM

Terkait Isu Siklamat dapat Menyebabkan Penyakit Lupus

 

Sehubungan dengan beredarnya selebaran menyesatkan berkop surat Lembaga Pengayom Masyarakat Peduli Kanker dan Lembaga Penanggulangan Sel Karsinogen Indonesia yang menyebutkan Siklamat sebagai penyebab penyakit lupus dengan judul “DAFTAR MINUMAN BERBAHAYA”, Badan POM memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

 

1. Selebaran berkop surat Lembaga Pengayom Masyarakat Peduli Kanker yang mengatasnamakan Kepala Badan POM, Kustantinah tanggal 13 Agustus 2014 sebagai sumber berita tersebut adalah tidak benar.

 

2. Pengaturan tentang keamanan, mutu, gizi, dan label pangan yang dilakukan Badan POM dimaksudkan untuk perlindungan konsumen.

 

3. Pemberian Nomor Izin Edar (NIE) yang diawali dengan tulisan BPOM RI MD atau BPOM RI ML menyatakan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan dan aman untuk dikonsumsi.

 

4. Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) pemanis buatan Siklamat dalam produk pangan di Indonesia telah diatur dalam:

a)        Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 033 Tahun 2012 Tentang Bahan Tambahan Pangan dan

b)       Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 Tentang Batas Maksimum Penggunaan Bahan Tambahan Pangan (BTP) Pemanis.

 

5. Kepada masyarakat dihimbau agar teliti dalam membaca label untuk mendapatkan manfaat dari pangan yang akan dikonsumsi dan jadilah konsumen yang cerdas serta tidak mudah terpengaruh oleh isu yang beredar di media sosial. Jika masyarakat memerlukan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Contact Center Badan POM HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal).

 

Demikian penjelasan ini disampaikan untuk dapat dimanfaatkan.

 

Jakarta, 23 Maret 2016

Biro Hukum dan Humas Badan POM

Telepon  :   021- 4240231, Fax: 021- 4209221

Email       :   humasbpom@gmail.com




Beralih ke versi : Desktop

Aktifkan Javascript pada Browser Anda