1. Beranda
  2. Berita Aktual
  3. Siaran Pers/Peringatan Publik
  4. Klarifikasi BPOM
  5. Pengaduan Konsumen
  6. Produk Ditarik
  7. Produk Teregistrasi
    1. Obat
    2. Obat Tradisional
    3. Suplemen Makanan
    4. Kosmetik
    5. Produk Pangan
  8. Peraturan
    1. Laporan Keuangan
    2. Laporan Tahunan
    3. Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
    4. Laporan Kinerja
    5. Laporan PNBP
    6. Laporan BMN
  9. Layanan Publik
    1. LPSE
    2. e-bpom
    3. Notifikasi Kosmetik
    4. e-Registration Obat
    5. e-Registration Obat Tradisional
    6. e-Registration Pangan Olahan
  10. PPID
    1. Obat
    2. Obat Tradisional
    3. Suplemen Makanan & Kuasi
    4. Kosmetika
  11. Rekrutmen CPNS

BADAN POM RI
Jl. Percetakan Negara No.23 - Jakarta 10560 Indonesia
Telp : (021) 4244691/42883309/42883462
Fax: (021) 4263333
Email : ulpk@pom.go.id




Siaran Pers Peringatan Publik Produk Suplemen Makanan SPARTAX

10 Maret 2015 | 16:16 WIB (Hukmas)


SIARAN PERS

Peringatan Publik Produk Suplemen Makanan SPARTAX

 

Berdasarkan hasil uji laboratorium yang dilakukan Badan POM, produk suplemen makanan SPARTAX terbukti mengandung bahan kimia obat Hydroxythiohomosildenafil, merupakan turunan Sildenafil, yang penggunaannya harus di bawah pengawasan dokter. Sildenafil dan turunannya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi disfungsi ereksi. Bahan kimia obat ini dapat menyebabkan efek yang tidak diinginkan seperti kehilangan penglihatan dan pendengaran, stroke, serangan jantung bahkan kematian.

 

Terkait hal tersebut, Kepala Badan POM, melalui Surat Keputusan Kepala Badan POM RI  nomor HK.04.1.41.02.15.0958 tanggal 18 Februari 2015 telah membatalkan persetujuan pendaftaran suplemen makanan SPARTAX dengan nomor registrasi POM SD 081335111 produksi PT Dipa Pharmalab Intersains. Badan POM menginstruksikan PT Dipa Pharmalab Intersains untuk:

 

  1. Menghentikan kegiatan produksi;
  2. Menarik semua produk suplemen makanan SPARTAX yang beredar dari seluruh distributor, sub distributor, agen, pasar swalayan, toko, warung, pengedar, dan penyalur lainnya;
  3. Memusnahkan semua stok produk dan temuan semua produk hasil penarikan termasuk bahan baku di sarana produksi; dan
  4. Menyampaikan laporan hasil penarikan dan pemusnahan kepada Badan POM.

 

Kepada masyarakat, Badan POM menghimbau untuk:

-  Menghentikan pemakaian produk suplemen makanan SPARTAX.

-  Segera mencari pertolongan medis apabila merasakan gejala yang tidak biasa setelah                      mengkonsumsi produk suplemen makanan SPARTAX.

-  Tidak melakukan swamedikasi/ pengobatan sendiri untuk penanganan disfungsi ereksi.

-  Berhati-hati pada produk dengan klaim kesehatan berlebihan seperti “dapat menguatkan stamina      seksual” atau menjanjikan penyembuhan ajaib untuk kondisi disfungsi ereksi. Suplemen makanan    seharusnya hanya mengandung bahan-bahan berupa vitamin, mineral, asam amino atau bahan        lain (berasal dari tumbuhan atau bukan tumbuhan). Bahan obat seperti sildenafil dan turunannya      tidak diperbolehkan terkandung dalam suplemen makanan.

-  Waspada terhadap produk obat dan suplemen makanan yang dijual secara online. Pastikan produk    yang anda beli terdaftar di Badan POM dan aman untuk dikonsumsi.

-  Membeli produk obat dan suplemen makanan di tempat penjualan resmi.

 

Untuk keterangan lebih lanjut dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM 1-500-533, SMS 0812-19999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

 

 

Jakarta, 3 Maret 2015

Biro Hukum dan Humas Badan POM RI

Telepon/Fax    : 021-4209221

Email              : hukmas@pom.go.id, humasbpom@gmail.com

 

Lampiran:

Siaran Pers Peringatan Publik Produk Suplemen Makanan SPARTAX


Beralih ke versi : Desktop

Aktifkan Javascript pada Browser Anda