28 Mei 2017

Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |   Luas Wilayah Sumatera Utara Permudah Masuknya Produk Ilegal   |   Badan POM Lakukan Perubahan dalam Pengawasan Obat dan Makanan   |   Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat   |   SIARAN PERS Warisan Budaya Indonesia bagi Kesehatan dan Kecantikan, untuk Dunia   |   BKN Awards 2017: Badan POM Raih Penghargaan Dalam Tata Kelola Kepegawaian   |   Pengumuman Ralat Persyaratan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Kepala Badan POM: UBAH "SAYA" MENJADI "KITA".

Kepala Badan POM: UBAH "SAYA" MENJADI "KITA".

17 Februari 2017 | 09:38 WIB (Hukmas)



MATARAM - Masih dalam acara kunjungan kerjanya, tepatnya setelah mencanangkan aksi  keamanan pangan jajanan anak usia dini di Kabupaten Lombok Utara, Kepala Badan POM, Penny K. Lukito mengunjungi Balai Besar POM (BBPOM) di Mataram, Kamis, (16/02). Di depan seluruh staf BBPOM di Mataram, Kepala Badan POM menekankan pentingnya meningkatkan komitmen diri dan kerja sama.

 

“Perkuat sumber daya manusia yang berintegritas dan berkomitmen, perkuat kerja sama internal, membuka diri, dan bekerja secara bersama-sama, ubah kata "SAYA" menjadi "KITA”, pesan Kepala Badan POM saat  memotivasi akan pentingnya kekompakan pegawai dalam bertugas mengawasi peredaran Obat dan Makanan di Mataram.

 

"Jadikan bekerja di Badan POM sebagai kebanggaan dengan senantiasa menjaga profesionalisme dan integritas, agar BPOM makin dipercaya", ungkapnya. Kepala Badan POM berharap agar seluruh pegawai melakukan perubahan positif untuk menghasilkan kinerja maksimal dalam melakukan tugas pengawasan Obat dan Makanan.

 

Kepala Badan POM juga berbicara mengenai mutasi dan rotasi pegawai yang dianggap perlu guna memberikan dunia dan tantangan baru, untuk mengoreksi manajemen, dan pengendalian diri. "Lakukan komunikasi dan pembinaan atasan terhadap bawahan, hingga terbangun suasana komunikasi berdasarkan rasional dan evidence based", pesannya. HM-Rahman

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat



















KLARIFIKASI BPOM

Loading..