28 Mei 2017

Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |   Luas Wilayah Sumatera Utara Permudah Masuknya Produk Ilegal   |   Badan POM Lakukan Perubahan dalam Pengawasan Obat dan Makanan   |   Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat   |   SIARAN PERS Warisan Budaya Indonesia bagi Kesehatan dan Kecantikan, untuk Dunia   |   BKN Awards 2017: Badan POM Raih Penghargaan Dalam Tata Kelola Kepegawaian   |   Pengumuman Ralat Persyaratan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Percepat Respon untuk Perangi Hoax

Percepat Respon untuk Perangi Hoax

24 Maret 2017 | 19:01 WIB (Hukmas)



BALI – "Saat ini diperlukan respon pemberitaan yang cepat demi meminimalisir berita hoax". Hal tersebut disampaikan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito usai menerima penghargaan dari PR Indonesia untuk kategori Media Relations sub kategori Lembaga Negara Non Kementerian #PRIA2017 pada kegiatan konferensi "Karya PR Indonesia Untuk Bangsa , Jumat (24/03).

 

“Karena itu, saya ikut berdeklarasi untuk memerangi berita hoax yang sangat merugikan masyarakat. Kami berkomitmen memberikan respon cepat penyebaran informasi untuk menekan berkembangnya hoax”, tegasnya.

 

Kepala Badan POM mengungkapkan bahwa penghargaan yang diberikan atas eksistensi pemberitaan Badan POM di beberapa media di Indonesia selama tahun 2016 didedikasikan kepada seluruh media yang telah mengawal dan membantu Badan POM dalam mencerdaskan masyarakat Indonesia dari pentingnya pengawasan Obat dan Makanan.

 

Direktur Standardisasi Produk Pangan Badan POM, Elin Herlina menyampaikan bahwa Badan POM sempat mengalami situasi pemberitaan yang sulit terkait kasus vaksin palsu. "Pengelolaan masalah yang strategis membuat situsi tersebut menjadi titik balik Badan POM. Terbukti dengan akan diperkuatnya kewenangan Badan POM dalam mengawasi peredaran Obat dan Makanan di Indonesia", ungkapnya pada konferensi yang mengusung tema “The Power of Credibility & Trust”.

 

Lebih lanjut, Elin Herlina mengatakan situasi saat ini Badan POM sedang mengembangkan aplikasi mobile yang akan mempermudah masyarakat dalam mengakses informasi mengenai Obat dan Makanan. "Kami berharap masyarakat lebih cerdas dalam mengonsumsi Obat dan Makanan", tutupnya. HM-Kendra

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat.



















KLARIFIKASI BPOM

Loading..