27 April 2017

KAMPANYE AKBAR “AYO SADAR PANGAN AMAN (ASPA)” Wujudkan Derajat Kesehatan yang Optimal   |   The 3rd Indonesia-Japan Symposium Drug Registration and Pharmacovigilance System from Regulatory and Industry Perspective   |   Strategi Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan Melalui Pembangunan SMART Information System (SMARTINFO)   |   Badan POM Tingkatkan Daya Saing Bangsa   |   Percepat Respon untuk Perangi Hoax   |   Sosialisasi Perjanjian Kerjasama antara Badan POM - Kejaksaan Agung   |   Terobosan e-SKE dan ECD Badan POM Dukung Daya Saing Produk Indonesia   |   Implementasi Terbatas Pelaporan Elektronik Sampling dan Pengujian 13 Maret 2017   |   Penjelasan Badan POM Terkait Peredaran Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba   |   Pemeliharaan Layanan Koneksi Jaringan Internet, Aplikasi Internal dan Eksternal Badan POM untuk Sementara Terhenti   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Badan POM Tingkatkan Daya Saing Bangsa

Badan POM Tingkatkan Daya Saing Bangsa

30 Maret 2017 | 15:57 WIB (Hukmas)



JAKARTA - Seiring dengan telah ditetapkannya Inpres Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, Deputi III Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya Badan POM, Suratmono bersama Menteri Pariwisata RI, Arief Yahya menandatangani Nota Kesepahaman Bersama pada Rakornas Pariwisata I di Hotel Borobudur Jakarta, Kamis (30/03).

 

Dalam Inpres tersebut disebutkan bahwa Badan POM bersama Kementerian dan Pemerintah Daerah secara sinergis melakukan peningkatan efektivitas dan penguatan pengawasan Obat dan Makanan sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing demi tercapainya tujuan meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa.

 

Pada tahun 2017, Badan POM turut mendukung prioritas nasional lintas bidang diantaranya Pembangunan Pariwisata Indonesia. Hal ini dilakukan dalam bentuk Desa Pangan Aman dan Pasar Aman dari Bahan Berbahaya di 10 destinasi pariwisata prioritas yaitu Danau Toba, Candi Borobudur, Tanjung Lesung, Tanjung Kalayang, Mandalika, Wakatobi, Morotai, Labuan Bajo, Bromo Tengger Semeru, Kepulauan Seribu dan Kota tua. Badan POM berkordinasi dengan Kementerian Pariwisata untuk menjamin suplai pangan yang aman di 10 destinasi tersebut.

 

Selain itu, dalam nota kesepahaman yang ditandatangani hari ini, Badan POM dan Kementerian Pariwisata juga akan bekerja sama dalam pengawasan obat tradisional dan kosmetik di destinasi pariwisata yang mengunggulkan spa sebagai obyek wisatanya. Hal ini sejalan dengan upaya Badan POM untuk melakukan pengawasan Obat dan Makanan yang menyeluruh dari hulu ke hilir baik yang dilakukan secara mandiri maupun bersama lintas sektor terkait.

 

"Penandatanganan Nota Kesepahaman dengan Kementerian Pariwisata hari ini sebagai awal yang baik untuk menciptakan destinasi pariwisata yang peduli obat tradisional, kosmetik, dan pangan yang aman dalam rangka mencapai tujuan bersama meningkatkan kesehatan masyarakat dan daya saing bangsa." ujar Deputi III Badan POM. HM-Diyan

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat



















KLARIFIKASI BPOM

Loading..