28 Mei 2017

Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |   Luas Wilayah Sumatera Utara Permudah Masuknya Produk Ilegal   |   Badan POM Lakukan Perubahan dalam Pengawasan Obat dan Makanan   |   Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat   |   SIARAN PERS Warisan Budaya Indonesia bagi Kesehatan dan Kecantikan, untuk Dunia   |   BKN Awards 2017: Badan POM Raih Penghargaan Dalam Tata Kelola Kepegawaian   |   Pengumuman Ralat Persyaratan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> The 3rd Indonesia-Japan Symposium Drug Registration and Pharmacovigilance System from Regulatory and Industry Perspective

The 3rd Indonesia-Japan Symposium Drug Registration and Pharmacovigilance System from Regulatory and Industry Perspective

20 April 2017 | 12:13 WIB (Umum)



Badan POM RI bekerja sama dengan Pharmaceutical and Medical Devices Agency (PMDA) Jepang, dan GP Farmasi Indonesia akan mengadakan The 3rd Indonesia-Japan Symposium dengan tema Drug Registration and Pharmacovigilance System from Regulatory and Industry Perspective yang akan dilaksanakan pada tanggal 16 Mei 2017 di Hotel Grand Mercure Ballroom Harmoni, Jakarta.

 

Symposium ini bertujuan untuk sharing informasi antara negara Indonesia dan Jepang dalam rangka meningkatkan ketersediaan obat-obat yang bermutu, aman dan berkhasiat.
Symposium akan membahas:

  1. New drug review in Japan
  2. Conditional approval system in Japan, including orphan drugs system
  3. BE Guideline in Japan
  4. New drug review in Indonesia
  5. Pharmacovigilance activities  in Japan
  6. Importance and utilization of RMP from manufacturer’s perspective
  7. Pharmacovigilance activities  in Indonesia
  8. Implementation of Pharmacovigilance from manufacturer’s perspective (Indonesian Industry Association)
  9. Panel Discussion (All speakers)

 

Pembicara dari Badan POM, PMDA, Japan Pharmaceutical Manufacturers Association (JPMA), dan GP Farmasi Indonesia.

 

Peserta symposium mendapatkan sertifikat sebesar 6 SKP IAI.

 

Batas waktu pendaftaran pada tanggal 6 Mei 2017, pendaftaran dapat dilakukan melalui website sebagai berikut: https://goo.gl/forms/bi8nTfhnoN49Sz1Y2

 





















KLARIFIKASI BPOM

Loading..