25 Oktober 2014

BBPOM di Bandung Sita Ratusan Ribu Butir Carnophen   |   Pemenuhan Kelengkapan Data Pendaftaran Pangan Olahan   |   Pejabat Baru Semangat Baru   |   Peran Makanan Dalam Peningkatan Kualitas Hidup International Conference, Food for Quality Life   |   Ribuan Jamu Kuat dan Pelangsing Ilegal disita Balai Besar POM di Bandung   |   Badan POM turut berperan dalam Pengembangan Sel Punca dan Jaringan   |   Tren Implementasi Peringatan Kesehatan Berbentuk Gambar dan Tulisan (Pictorial Health Warning/PHW) s/d Tanggal 10 Oktober 2014   |   Workshop Nasional Peningkatan Mutu Uji Klinik Obat Tradisional/Herbal   |  

HALOBPOM 500533

Televisi Jatim Peduli Keamanan Parsel

14 Agustus 2012 | 09:00 WIB (Balai Besar/Balai POM » Surabaya)



Sampai saat ini persepsi masyarakat terhadap makanan yang berbahaya hanya terfokus pada tanggal kadaluwarsa, sehingga seringkali masyarakat dalam membeli makanan (untuk saat menjelang Idul Fitri khususnya Parsel), yang utama dicermati hanyalah tanggal kadaluwarsa. Padahal, keamanan pangan yang kita konsumsi tidak hanya terkait dengan tanggal kadaluwarsa, tetapi banyak hal yang menyebabkan pangan itu menjadi tidak aman misalnya kondisi kemasan pangan kaleng yang penyok atau rusak serta kemasan karton yang menggembung, tanpa ijin edar, label yang tidak memenuhi syarat dan lain-lain.

Hal-hal di atas menjadi topik talk show dan dialog interaktif di beberapa program televisi yang mengundang narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya. Program tersebut diselenggarakan terkait dengan pengawasan pangan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1433 H. Acara pertama diselenggarakan oleh Surabaya TV pada program Suara Kota tanggal 6 Agustus 2012 dengan tema “Maraknya Peredaran Mamin saat Ramadhan”. Selanjutnya, Metro TV menyelenggarakan program dialog interaktif Metro TV Jawa Timur “Titik Tengah” dengan tema “Waspada Makanan Berformalin Jelang Lebaran” pada tanggal 8 Agustus 2012. Terakhir, Metro TV juga menyelenggarakan program dialog interaktif Metro TV Jawa Timur “Jurnal Pagi” dengan tema “Makanan Kadaluarsa dalam Parsel” pada tanggal 10 Agustus 2012.

Narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya adalah Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Dra. Endang Widowati, Apt. Narasumber menjelaskan bahwa Balai Besar POM di Surabaya dalam rangka mengantisipasi pengawasan makanan khususnya parsel, telah mengirimkan surat edaran selain kepada pimpinan/pemilik/penanggungjawab sarana distribusi/toko makanan juga kepada Instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Kantor Ketahanan pangan, dan lain-lain mengenai ketentuan pangan yang dimasukkan di dalam parsel. Surat edaran tersebut berisi himbauan agar pelaku usaha tidak memasukkan kedalam parsel pangan kedaluwarsa, pangan yang rusak (penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain), pangan yang tidak terdaftar, pangan yang tidak memenuhi persyaratan label, minuman beralkohol dan pangan yang mengandung babi dalam parsel (khusus untuk parsel Hari Raya Idul Fitri).

 

BBPOM di Surabaya

 



















KLARIFIKASI BPOM

Loading..