17 September 2014

Masih Berani Memalsukan Dokumen? Coba lihat : Pemberian Sanksi Bagi Pelaku Pemalsuan Dokumen   |   Perpanjangan Waktu Penyampaian Berkas CPNS Badan POM 2014   |   Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Esselon II Badan POM RI   |   Tunas Integritas dan Workshop Aturan Program Pengendalian Gratifikasi   |   Pengumuman Perubahan Jadwal Pelayanan Dit. Penilaian Keamanan Pangan   |   Klarifikasi Penipuan yang Mengatasnamakan Kepala Badan POM RI   |   Perubahan Jadwal Asesmen Bidang untuk Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama Pusat dan Kepala Balai Besar/Balai POM   |   Penerimaan CPNS Badan POM Tahun 2014   |  

HALOBPOM 500533

Televisi Jatim Peduli Keamanan Parsel

14 Agustus 2012 | 09:00 WIB (Balai Besar/Balai POM » Surabaya)



Sampai saat ini persepsi masyarakat terhadap makanan yang berbahaya hanya terfokus pada tanggal kadaluwarsa, sehingga seringkali masyarakat dalam membeli makanan (untuk saat menjelang Idul Fitri khususnya Parsel), yang utama dicermati hanyalah tanggal kadaluwarsa. Padahal, keamanan pangan yang kita konsumsi tidak hanya terkait dengan tanggal kadaluwarsa, tetapi banyak hal yang menyebabkan pangan itu menjadi tidak aman misalnya kondisi kemasan pangan kaleng yang penyok atau rusak serta kemasan karton yang menggembung, tanpa ijin edar, label yang tidak memenuhi syarat dan lain-lain.

Hal-hal di atas menjadi topik talk show dan dialog interaktif di beberapa program televisi yang mengundang narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya. Program tersebut diselenggarakan terkait dengan pengawasan pangan pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1433 H. Acara pertama diselenggarakan oleh Surabaya TV pada program Suara Kota tanggal 6 Agustus 2012 dengan tema “Maraknya Peredaran Mamin saat Ramadhan”. Selanjutnya, Metro TV menyelenggarakan program dialog interaktif Metro TV Jawa Timur “Titik Tengah” dengan tema “Waspada Makanan Berformalin Jelang Lebaran” pada tanggal 8 Agustus 2012. Terakhir, Metro TV juga menyelenggarakan program dialog interaktif Metro TV Jawa Timur “Jurnal Pagi” dengan tema “Makanan Kadaluarsa dalam Parsel” pada tanggal 10 Agustus 2012.

Narasumber dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Surabaya adalah Kepala Bidang Sertifikasi dan Layanan Informasi Konsumen Dra. Endang Widowati, Apt. Narasumber menjelaskan bahwa Balai Besar POM di Surabaya dalam rangka mengantisipasi pengawasan makanan khususnya parsel, telah mengirimkan surat edaran selain kepada pimpinan/pemilik/penanggungjawab sarana distribusi/toko makanan juga kepada Instansi terkait seperti Dinas Kesehatan, Kantor Ketahanan pangan, dan lain-lain mengenai ketentuan pangan yang dimasukkan di dalam parsel. Surat edaran tersebut berisi himbauan agar pelaku usaha tidak memasukkan kedalam parsel pangan kedaluwarsa, pangan yang rusak (penyok, kaleng berkarat, dan lain-lain), pangan yang tidak terdaftar, pangan yang tidak memenuhi persyaratan label, minuman beralkohol dan pangan yang mengandung babi dalam parsel (khusus untuk parsel Hari Raya Idul Fitri).

 

BBPOM di Surabaya

 



















KLARIFIKASI BPOM

Loading..