26 Mei 2017

Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |   Luas Wilayah Sumatera Utara Permudah Masuknya Produk Ilegal   |   Pemberitahuan Downtime Layanan SIMPONI   |   Badan POM Lakukan Perubahan dalam Pengawasan Obat dan Makanan   |   Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat   |   SIARAN PERS Warisan Budaya Indonesia bagi Kesehatan dan Kecantikan, untuk Dunia   |   BKN Awards 2017: Badan POM Raih Penghargaan Dalam Tata Kelola Kepegawaian   |   Pengumuman Ralat Persyaratan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Fungsi

Fungsi



Fungsi Utama BPOM


Berdasarakan Pasal 68 Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2001, BPOM mempunyai fungsi :

  1. Pengkajian dan penyusunan kebijakan nasional di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
  2. Pelaksanaan kebijakan tertentu di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
  3. Koordinasi kegiatan fungsional dalam pelaksanaan tugas BPOM.
  4. Pemantauan, pemberian bimbingan dan pembinaan terhadap kegiatan instansi pemerintah di bidang pengawasan Obat dan Makanan.
  5. Penyelenggaraan pembinaan dan pelayanan administrasi umum di bindang perencanaan umum, ketatausahaan, organisasi dan tata laksana, kepegawaian, keuangan, kearsipan, persandian, perlengkapan dan rumah tangga.


Fungsi Balai Besar/Balai POM (Unit Pelaksana Teknis)


Berdasarkan Pasal 3 Peraturan Kepala BPOM Nomor 14 Tahun 2014, Unit Pelaksana Teknis di lingkungan BPOM mempunyai fungsi :

  1. Penyusunan rencana dan program pengawasan obat dan makanan.
  2. Pelaksanaan pemeriksaan secara laboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk terapetik, narkotika, psikotropika zat adiktif, obat tradisional, kosmetik, produk komplemen, pangan dan bahan berbahaya.
  3. Pelaksanaan pemeriksaanlaboratorium, pengujian dan penilaian mutu produk secara mikrobiologi.
  4. Pelaksanaan pemeriksaan setempat, pengambilan contoh dan pemeriksaan sarana produksi dan distribusi
  5. Investigasi dan penyidikan pada kasus pelanggaran hukum.
  6. Pelaksanaan sertifikasi produk, sarana produksi dan distribusi tertentu yang ditetapkan oleh Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan
  7. Pelaksanaan kegiatan layanan informasi konsumen.
  8. Evaluasi dan penyusunan laporan pengujian obat dan makanan.
  9. Pelaksanaan urusan tata usaha dan kerumahtanggaan.
  10. Pelaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh Kepala BadanPengawas Obatdan Makanan, sesuai dengan bidang tugasnya.

 
 
 
 
 

























KLARIFIKASI BPOM

Loading..