29 Juni 2017

Pastikan Pemudik Konsumsi Pangan Aman, BPOM Edukasi di Beberapa Titik Pemberangkatan Mudik   |   PENARIKAN PRODUK MI INSTAN ASAL KOREA YANG MENGANDUNG BABI   |   Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   MEMBUMIKAN PANCASILA Sebagai Kekuatan dalam Melindungi Kesehatan Masyarakat Indonesia   |   INTENSIFIKASI PENGAWASAN PANGAN SELAMA RAMADHAN Badan POM Sidak Pangan Takjil di Kawasan Jakarta Pusat   |   HASIL SELEKSI ADMINISTRASI SELEKSI TERBUKA JABATAN STRUKTURAL PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEPALA PUSAT INFORMASI OBAT DAN MAKANAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2017   |   SONGSONG HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA (HTTS) TAHUN 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> National Single Window (NSW) Badan Pengawas Obat dan Makanan (e-bpom)

National Single Window (NSW) Badan Pengawas Obat dan Makanan (e-bpom)



Teknologi informasi dan komunikasi menawarkan kesempatan untuk negara maju dan negara berkembang. Saat ini negara-negara maju telah melewati era industri dan era informasi, sedang negara-negara berkembang belum menjadi negara industri, namun harus dihadapkan pada era teknologi informasi dan komunikasi. Ini adalah suatu tantangan bagi negara berkembang, di satu sisi harus melaksanakan pembangunan tetapi di sisi lain harus mengejar ketertinggalan dengan negara-negara maju dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi. Indonesia dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dapat menjadi negara yang mampu bersaing di era pasar bebas yang semakin kompetitif ini. Pertukaran informasi serta data yang sangat cepat menuntut BPOM untuk dapat mengikuti trend kemajuan teknologi informasi dan komunikasi dengan tidak mengurangi kemanan, kualitas dan khasiat/kemanfaatan suatu produk. Sesuai dengan visi dan misi BPOM yang sejalan dengan Blue Print INSW, sistem e-bpom memberikan jawaban terhadap tantangan pertukaran informasi dan data proses importasi produk.


Memberikan pelayanan lebih cepat dan tepat serta memberikan informasi yang berkesinambungan, PIOM diberikan mandat mengelola webesite resmi BPOM untuk memberikan kemudahan informasi produk obat dan makanan. Subsite ebpom ini terbit dengan informasi HS Code, Cara Registrasi, Forum Tanya jawab dan Dasar Hukum.


Adapun informasi penting yang saat ini disajikan pada subsite e-bpom adalah :


  1. Forum Tanya Jawab

  2. Informasi Terkini

  3. Referensi

  4. NSW e-BPOM


Melalui reformasi birokrasi, BPOM dalam upaya untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat berusaha untuk terus memberikan pelayanan publik secara konsisten dan berkesinambungan. Pada tahun 2013 ini, BPOM berusaha untuk lebih maju, salah satunya dengan membangun masyarakat yang mandiri serta dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk mewujudkan masyarakat informasi yang cerdas dan produktif. Pada tahun 2010, 2011 serta 2012 BPOM mendapat pengakuan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) untuk laporan keuangan yang diberikan oleh BPK. Pengakuan tersebut bukan tidak berdasarkan alasan mengingat keja keras serta bukti komitmen BPOM untuk memberikan pelayanan yang berdasarkan visi dan misi yang ada. Sesuai dengan tujuan bisnis proses ebpom yaitu : 1. Integrasi (Percepatan proses ekspor-impor - monitoring melalui tracking) 2. Competition Global (Meningkatkan daya saing perekonomian nasional dan mendorong masuknya investasi) 3. Transparansi Pelayanan ekspor-impor yang lebih transparan 4. Kredibelitas (Pelayanan yang dapat dipercaya dan diakui baik nasional maupun internasional) serta 5. Akuntabilitas (Pelayanan yang dapat dipertanggung jawabkan) dan juga dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi dapat menghantarkan negara Indonesia menjadi negara yang mampu bersaing di era pasar bebas yang semakin kompetitif ini. Maka mau tidak mau, siap tidak siap Indonesia sebagai negara berkembang, sejak dini harus mempersiapkan diri menghadapi era teknologi informasi dan komunikasi apabila tidak mau tertinggal dan kalah bersaing dengan negara lain. Di sinilah diperlukan berbagai upaya dari semua fihak yang terkait untuk dapat mewujudkannya.


Mari membangun bangsa !





Pusat Informasi Obat dan Makanan















KLARIFIKASI BPOM

Loading..