29 Juni 2017

Pastikan Pemudik Konsumsi Pangan Aman, BPOM Edukasi di Beberapa Titik Pemberangkatan Mudik   |   PENARIKAN PRODUK MI INSTAN ASAL KOREA YANG MENGANDUNG BABI   |   Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   MEMBUMIKAN PANCASILA Sebagai Kekuatan dalam Melindungi Kesehatan Masyarakat Indonesia   |   INTENSIFIKASI PENGAWASAN PANGAN SELAMA RAMADHAN Badan POM Sidak Pangan Takjil di Kawasan Jakarta Pusat   |   HASIL SELEKSI ADMINISTRASI SELEKSI TERBUKA JABATAN STRUKTURAL PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEPALA PUSAT INFORMASI OBAT DAN MAKANAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2017   |   SONGSONG HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA (HTTS) TAHUN 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Kerangka Konsep SisPOM

Kerangka Konsep SisPOM



Pengawasan obat dan makanan memiliki aspek permasalahan berdimensi luas dan kompleks. Oleh karena itu diperlukan sistem pengawasan yang komprehensip, semenjak awal proses suatu produk hingga produk tersebut beredar ditengah masyarakat.


Untuk menekan sekecil mungkin risiko yang bisa terjadi, dilakukan SISPOM tiga lapis yakni:

  1. Sub-sistem pengawasan Produsen
    Sistem pengawasan internal oleh produsen melalui pelaksanaan cara-cara produksi yang baik atau good manufacturing practices agar setiap bentuk penyimpangan dari standar mutu dapat dideteksi sejak awal. Secara hukum produsen bertanggung jawab atas mutu dan keamanan produk yang dihasilkannya. Apabila terjadi penyimpangan dan pelanggaran terhadap standar yang telah ditetapkan maka produsen dikenakan sangsi, baik administratif maupun pro-justisia.

  2. Sub-sistem pengawasan Konsumen
    Sistem pengawasan oleh masyarakat konsumen sendiri melalui peningkatan kesadaran dan peningkatan pengetahuan mengenai kualitas produk yang digunakannya dan cara-cara penggunaan produk yang rasional. Pengawasan oleh masyarakat sendiri sangat penting dilakukan karena pada akhirnya masyarakatlah yang mengambil keputusan untuk membeli dan menggunakan suatu produk. Konsumen dengan kesadaran dan tingkat pengetahuan yang tinggi terhadap mutu dan kegunaan suatu produk, di satu sisi dapat membentengi dirinya sendiri terhadap penggunaan produk-produk yang tidak memenuhi syarat dan tidak dibutuhkan sedang pada sisi lain akan mendorong produsen untuk ekstra hati-hati dalam menjaga kualitasnya.

  3. Sub-sistem pengawasan Pemerintah/BPOM
    Sistem pengawasan oleh pemerintah melalui pengaturan dan standardisasi; penilaian keamanan, khasiat dan mutu produk sebelum diijinkan beredar di Indonesia; inspeksi, pengambilan sampel dan pengujian laboratorium produk yang beredar serta peringatan kepada publik yang didukung penegakan hukum. Untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat konsumen terhadap mutu, khasiat dan keamanan produk maka pemerintah juga melaksanakan kegiatan komunikasi, informasi dan edukasi.




























KLARIFIKASI BPOM

Loading..