29 Juni 2017

Pastikan Pemudik Konsumsi Pangan Aman, BPOM Edukasi di Beberapa Titik Pemberangkatan Mudik   |   PENARIKAN PRODUK MI INSTAN ASAL KOREA YANG MENGANDUNG BABI   |   Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   MEMBUMIKAN PANCASILA Sebagai Kekuatan dalam Melindungi Kesehatan Masyarakat Indonesia   |   INTENSIFIKASI PENGAWASAN PANGAN SELAMA RAMADHAN Badan POM Sidak Pangan Takjil di Kawasan Jakarta Pusat   |   HASIL SELEKSI ADMINISTRASI SELEKSI TERBUKA JABATAN STRUKTURAL PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEPALA PUSAT INFORMASI OBAT DAN MAKANAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2017   |   SONGSONG HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA (HTTS) TAHUN 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Klarifikasi : Bantahan Pemberitahuan Penarikan Obat-Obatan

Klarifikasi : Bantahan Pemberitahuan Penarikan Obat-Obatan

21 September 2015 | 09:17 WIB (Hukmas)



SURAT EDARAN

TENTANG

BANTAHAN PEMBERITAHUAN PENARIKAN OBAT-OBATAN

 

Sehubungan dengan maraknya kembali pesan berantai melalui broadcast message di media sosial maupun aplikasi pesan singkat seperti BBM, WhatsApp, dan lain-lain, mengenai beberapa obat yang tidak boleh dikonsumsi karena mengandung Phenylpropanolamine (PPA), bersama ini kami tegaskan beberapa hal sebagai berikut:

 

  1. Bahwa Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM) tidak pernah menerbitkan surat keputusan dan/atau surat perintah penarikan obat sebagaimana tercantum dalam pesan berantai yang beredar;
  2. Bahwa sejak tahun 2006 Badan POM telah mengeluarkan Surat bantahan atas berita tersebut sesuai dengan Surat Edaran Badan POM Nomor KH.00.234.2025 tanggal 5 Juli 2006;
  3. Bahwa Rumah Sakit Siloam (Siloam Hospitals Lippo Village Karawaci) tidak pernah menerbitkan pengumuman yang menyatakan tidak boleh mengkonsumsi obat-obatan sebagaimana dimaksud dalam pesan berantai tersebut;
  4. Bahwa Badan POM tidak pernah melakukan re-evaluasi terhadap obat-obat sebagaimana dimaksud dalam pesan berantai tersebut;
  5. Bahwa obat-obatan sebagaimana dimaksud dalam pesan berantai tersebut sampai saat ini masih memiliki nomor izin edar dari Badan POM, oleh karenanya layak dan aman untuk dikonsumsi sesuai dengan petunjuk penggunaannya;

Berdasarkan penegasan tersebut di atas kami harap masyarakat tidak resah dengan informasi yang menyesatkan berupa pesan berantai yang dibuat oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

 

Jika ingin memperoleh informasi lebih lanjut, masyarakat dapat menghubungi Contact Center HaloBPOM 1-500-533, SMS di 0-81-21-9999-533, email halobpom@pom.go.id, twitter @BPOM_RI atau melalui Unit Layanan Pengaduan Konsumen Badan POM di seluruh Indonesia.

 

Surat edaran terlampir

 



















KLARIFIKASI BPOM

Loading..