29 Juni 2017

Pastikan Pemudik Konsumsi Pangan Aman, BPOM Edukasi di Beberapa Titik Pemberangkatan Mudik   |   PENARIKAN PRODUK MI INSTAN ASAL KOREA YANG MENGANDUNG BABI   |   Hasil Seleksi Administrasi Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   MEMBUMIKAN PANCASILA Sebagai Kekuatan dalam Melindungi Kesehatan Masyarakat Indonesia   |   INTENSIFIKASI PENGAWASAN PANGAN SELAMA RAMADHAN Badan POM Sidak Pangan Takjil di Kawasan Jakarta Pusat   |   HASIL SELEKSI ADMINISTRASI SELEKSI TERBUKA JABATAN STRUKTURAL PIMPINAN TINGGI PRATAMA KEPALA PUSAT INFORMASI OBAT DAN MAKANAN BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN TAHUN 2017   |   SONGSONG HARI TANPA TEMBAKAU SEDUNIA (HTTS) TAHUN 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Pengumuman Perpanjangan Pendaftaran Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |   Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya

Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya

18 Desember 2014 | 21:10 WIB (Hukmas)



 

SIARAN PERS

 

Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya

 

Untuk melindungi masyarakat dari penggunaan kosmetika yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, manfaat, dan mutu, Badan POM secara rutin dan berkesinambungan melakukan pengawasan peredaran kosmetika, termasuk kemungkinan penggunaan bahan berbahaya dalam kosmetika.

 

Hasil pengawasan Badan POM selama tahun 2014 diidentifikasi 68 kosmetika mengandung bahan berbahaya, terdiri dari 32 kosmetika luar negeri dan 36 kosmetika dalam negeri.  Untuk itu Badan POM mengeluarkan peringatan publik/public warning sebagaimana tercantum dalam Lampiran, dengan tujuan agar masyarakat tidak menggunakan kosmetika tersebut karena dapat membahayakan kesehatan. Kosmetika dalam lampiran peringatan publik/public warning tersebut terdiri dari 37 kosmetika tidak ternotifikasi dan 31 memiliki nomor notifikasi yang telah dibatalkan.

 

Jika diihat dari  jumlah produk yang disampling selama 5 tahun terakhir, temuan kosmetika yang mengandung bahan berbahaya/dilarang cenderung  menurun dari 0,86%  menjadi 0,48% (2010-2013)  dan meningkat kembali menjadi 0,99% (bulan Desember di tahun 2014).

 

Temuan kosmetika yang teridentifikasi mengandung bahan berbahaya selama tahun 2014 didominasi oleh kandungan pewarna dilarang (merah K3, rhodamin), cemaran logam berat Pb, dan pemutih (merkuri). Tren peredaran kosmetika mengandung bahan berbahaya yang masuk dalam daftar public warning ini merupakan hasil pengawasan yang dilakukan oleh Badan POM dan kerja sama antara Badan POM dengan negara-negara anggota ASEAN.

 

Sebagai tindak lanjut terhadap seluruh temuan kosmetika mengandung bahan berbahaya tersebut, telah dilakukan penarikan dan pengamanan produk dari peredaran. Selama tahun 2014 telah dilakukan projustitia terhadap 41 kasus pelanggaran di bidang kosmetika,  sedangkan untuk kurun waktu  lima tahun terakhir sebanyak 310 (tiga ratus sepuluh) kasus dengan sanksi putusan pengadilan paling tinggi hukuman pidana penjara 1 tahun 9 bulan.

 

Badan POM berkomitmen untuk terus melakukan koordinasi lintas sektor antara lain dengan Pemda Kab/Kota (Dinas Kesehatan/Dinas Perindustrian/Dinas Perdagangan), Kepolisian, serta Asosiasi dalam pengawasan dan penanganan kasus kosmetika mengandung bahan berbahaya.

 

Diserukan kepada pelaku usaha yang melakukan produksi dan/atau mengedarkan kosmetika mengandung bahan berbahaya untuk menghentikan praktek-praktek tersebut.

 

Kepada masyarakat:

  1. ditegaskan untuk tidak menggunakan kosmetika mengandung bahan berbahaya sebagaimana tercantum dalam lampiran peringatan publik/public warning ini termasuk peringatan publik/public warning yang sudah diumumkan sebelumnya, karena dapat menyebabkan risiko bagi kesehatan bahkan dapat berakibat fatal.
  2. diharapkan melaporkan kepada Badan POM atau Pemda setempat apabila diduga adanya produksi dan peredaran kosmetika secara ilegal kepada Contact Center HALOBPOM 1500533, SMS 081219999533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.     

                                                                                                                       

Demikian peringatan ini disampaikan untuk diketahui dan disebarluaskan.

 

Jakarta,  19 Desember 2014
Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat
Badan Pengawas Obat dan Makanan
Telepon: (021) 4240231     Fax: (021) 4209221
Email   : hukmas@pom.go.id, humasbpom@gmail.com 

 

Lampiran:

Lampiran Siaran Pers Hasil Pengawasan Kosmetika Mengandung Bahan Berbahaya

Gambar Produk

KLARIFIKASI BPOM

Loading..