30 Maret 2017

Percepat Respon untuk Perangi Hoax   |   Sosialisasi Perjanjian Kerjasama antara Badan POM - Kejaksaan Agung   |   Terobosan e-SKE dan ECD Badan POM Dukung Daya Saing Produk Indonesia   |   Implementasi Terbatas Pelaporan Elektronik Sampling dan Pengujian 13 Maret 2017   |   Penjelasan Badan POM Terkait Peredaran Permen Dot yang Diduga Mengandung Narkoba   |   Pemeliharaan Layanan Koneksi Jaringan Internet, Aplikasi Internal dan Eksternal Badan POM untuk Sementara Terhenti   |   PERKUATAN BADAN POM Untuk Pengawasan yang Lebih Baik   |   OTT BADAN POM TERHADAP PRODUSEN PANGAN ILEGAL DI TANGERANG   |   PENJELASAN BADAN POM TERKAIT PENERBITAN SURAT KETERANGAN EKSPOR (SKE) BADAN POM   |   BADAN POM MUSNAHKAN 12,67 MILIAR RUPIAH OBAT DAN MAKANAN ILEGAL   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> BADAN POM MUSNAHKAN 12,67 MILIAR RUPIAH OBAT DAN MAKANAN ILEGAL

BADAN POM MUSNAHKAN 12,67 MILIAR RUPIAH OBAT DAN MAKANAN ILEGAL

21 Desember 2016 | 09:00 WIB (Hukmas)



BADAN POM MUSNAHKAN 12,67 MILIAR RUPIAH OBAT DAN MAKANAN ILEGAL

 

Bandung – Badan POM melalui Balai Besar/Balai POM (BB/BPOM) di seluruh Indonesia terus menggencarkan pemberantasan peredaran Obat dan Makanan ilegal mulai dari hulu hingga ke hilir. Dan untuk menjaga agar produk ilegal tersebut tidak beredar di masyarakat, maka sebagai tindak lanjutnya, Badan POM melakukan pemusnahan terhadap temuan tersebut secara berkala.

 

Hari ini, Rabu, 21 Desember 2016, Badan POM kembali memusnahkan 3.899 jenis (191.908 kemasan) produk ilegal hasil pengawasan dan penindakan BBPOM di Bandung tahun 2016 berupa obat, obat tradisonal, kosmetika, pangan, serta suplemen kesehatan ilegal dan mengandung bahan berbahaya dengan nilai keekonomian mencapai lebih dari 12,67 miliar rupiah. Jumlah tersebut terdiri dari 3.744 kemasan obat ilegal termasuk palsu dan obat keras yang dijual tanpa keahlian dan kewenangan; 47.578 kemasan obat tradisional ilegal dan mengandung bahan kimia obat seperti sildenafil, tadalafil, parasetamol, dan prednison; 113.692 kemasan kosmetika ilegal dan mengandung bahan dilarang seperti merkuri; 26.840 kemasan pangan ilegal dan mengandung bahan berbahaya seperti formalin, boraks, dan pewarna tekstil; serta 54 kemasan suplemen kesehatan ilegal.

 

Berdasar nilai keekonomiannya, temuan hasil pengawasan BBPOM di Bandung selama tahun 2016 didominasi oleh kosmetika dan obat tradisional. Selama periode Januari hingga pertengahan Desember 2016, BBPOM di Bandung telah menindaklanjuti 24 perkara secara pro-justitia. Sebanyak 2 perkara pada tahap II, 9 perkara pada tahap P21, 2 perkara pada tahap P19, 8 perkara pada tahap I, dan 3 perkara sudah diterbitkan Surat Perintah Dimulainya Penyidikan (SPDP). Hasil putusan persidangan terhadap pengedar Obat dan Makanan ilegal bervariasi, mulai dari sanksi terendah berupa percobaan 6 bulan hingga sanksi tertinggi berupa kurungan 18 bulan dan denda 20 juta rupiah.

 

Pada hari yang sama dilakukan juga penandatanganan kesepakatan bersama antara BBPOM di Bandung dengan Kwarda Pramuka Provinsi Jawa Barat tentang Kerjasama di Bidang Sosialisasi dan Promosi Keamanan Pangan di Lingkungan Gerakan Pramuka di Jawa Barat; kesepakatan bersama BBPOM di Bandung dengan PD Pasar Bermartabat tentang Kerjasama di Bidang Pengawasan dan Pembinaan Pedagang Pasar Aman dari Bahan Berbahaya; serta penandatanganan perjanjian kerjasama antara BBPOM di Bandung dengan Pengurus Daerah IAI Jawa Barat tentang Kerjasama Penatalaksanaan Mekanisme Pengawasan Obat dan Makanan melalui Dukungan Praktik Kefarmasian di Jawa Barat. Penandatanganan tersebut disaksikan oleh Kepala Badan POM, Penny K. Lukito. Sinergisme yang dibangun Badan POM bersama lintas sektor terkait ini merupakan bagian dari perkuatan sistem pengawasan Obat dan Makanan di Indonesia, sekaligus wujud komitmen Badan POM untuk terus mengawal peredaran Obat dan Makanan di Indonesia.

 

Badan POM mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif dalam pengawasan Obat dan Makanan dengan menjadi konsumen cerdas. Ingat selalu “Cek KIK” yaitu cek Kemasan, cek Izin Edar, dan cek Kedaluwarsa. Kepada para pelaku usaha diinstruksikan untuk tidak melakukan produksi dan/atau mengedarkan Obat dan Makanan yang tidak memenuhi syarat. Jika masyarakat mengetahui informasi adanya Obat dan Makanan yang diduga melanggar peraturan atau menemukan hal-hal mencurigakan terkait Obat dan Makanan, dapat menghubungi layanan kontak center Badan POM.

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, Twitter @BPOM_RI, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia. Khusus untuk BBPOM di Bandung dengan nomor telepon (022) 4266620 atau email bpom_bandung@pom.go.id.


KLARIFIKASI BPOM

Loading..