26 Mei 2017

Lindungi Masyarakat Indonesia dari Pangan Ilegal dan Substandar   |   Luas Wilayah Sumatera Utara Permudah Masuknya Produk Ilegal   |   Pemberitahuan Downtime Layanan SIMPONI   |   Badan POM Lakukan Perubahan dalam Pengawasan Obat dan Makanan   |   Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat   |   SIARAN PERS Warisan Budaya Indonesia bagi Kesehatan dan Kecantikan, untuk Dunia   |   BKN Awards 2017: Badan POM Raih Penghargaan Dalam Tata Kelola Kepegawaian   |   Pengumuman Ralat Persyaratan Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II)   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan   |   Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (Eselon II) Kepala Pusat Pengujian Obat dan Makanan Nasional Badan Pengawas Obat dan Makanan Tahun 2017   |  

HALOBPOM 1500533

@bpom_ri


Halaman utama >> Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat

Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat

16 Mei 2017 | 11:29 WIB (Hukmas)



Sinergi Indonesia dan Jepang untuk Pastikan Keamanan Obat

 

Jakarta – Untuk memperkuat kerja sama antara Indonesia dengan Jepang dan meningkatkan peluang perdagangan di ke-dua negara, Badan POM RI dan Japan’s Pharmaceutical and Medical Devices Agency (PMDA) bersinergi dalam “The 3rd Indonesia-Japan Joint Symposium”. Acara yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa, 16 Mei 2017 ini dihadiri lebih dari 250 orang peserta terdiri dari pakar, pelaku usaha, dan perwakilan pemerintah dari Indonesia dan Jepang.

 

Mengangkat tema “Registrasi Obat dan Sistem Farmakovigilans Ditinjau dari Perspektif Peraturan dan Industri”, simposium ini mengajak para peserta untuk berbagi pengetahuan dan meningkatkan pemahaman mengenai sistem regulasi obat di Indonesia dan Jepang, untuk mendukung pengembangan produk obat di masa mendatang.

 

“Badan POM menyadari sepenuhnya pentingnya peraturan dan pengaturan untuk memastikan keamanan Obat dan Makanan, untuk melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi di Indonesia”, ujar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito. “Kami percaya bahwa obat yang aman dan berkhasiat akan mengurangi risiko kematian, sementara makanan yang aman dan bergizi akan mendukung perkembangan fisik dan kecerdasan masyarakat. Untuk itu, regulasi di bidang Obat dan Makanan secara tidak langsung berkontribusi terhadap kesehatan dan kualitas rakyat Indonesia”, lanjutnya.

 

Setidaknya ada lima topik khusus yang akan dibahas selama symposium berlangsung, yaitu Penilaian Obat Baru, Persetujuan khusus untuk Orphan Drug System, Farmakovigilans dan Risk Management Program dari sisi Regulator dan Pelaku Usaha, serta Regulasi Bioekivalensi  di Jepang.

 

Terkait Evaluasi Obat Baru akan dijelaskan regulasi dan mekanisme evaluasi obat baru, termasuk terobosan untuk mempercepat akses obat baru di Indonesia.

 

Program farmakovigilans atau aktivitas tentang deteksi, pengkajian, pemahaman, dan pencegahan efek samping, atau masalah lainnya terkait penggunaan obat di Indonesia perlu dikembangkan, terutama mengingat besarnya perhatian dan tuntutan terhadap dampak keamanan obat bagi kesehatan pasien. Program farmakovigilans tersebut terdiri atas farmakovigilans untuk tenaga kesehatan profesional, monitoring keamanan vaksin, farmakovigilans untuk program kesehatan masyarakat, dan farmakovigilans untuk industri farmasi.

 

Selain program farmakovigilans, Industri di Indonesia juga menaruh perhatian untuk mendapatkan informasi regulasi pengujian bioekivalen (BE) di Jepang mengingat ASEAN saat ini sedang berproses menuju Mutual Recognition Arrangement for Bioavailability/Bioequivalent Study Report untuk meningkatkan daya saing obat generic di pasar ASEAN maupun Internasional.

 

“Kami berharap, setiap peserta simposium dapat berpartisipasi aktif memberikan pendapat, masukan, dan idenya dalam diskusi, sehingga di akhir simposium dapat menghasilkan output yang bermanfaat bagi Indonesia dan Jepang, serta semua pihak yang terkait dengan pengembangan obat”, tutup Penny K. Lukito.

 

  

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, e-mail halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.

KLARIFIKASI BPOM

Loading..