Berita Aktual

MENGENALI NAPZA DAN OBAT-OBAT TERTENTU (OOT) YANG SERING DISALAHGUNAKAN DI INDONESIA

11 Agustus 2017 16:17 WIB Dilihat 1186 Kali Balai Besar/Balai POM » Serang

Tangerang Selatan – Jika mendengar obat-obatan seperti Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAPZA) misalnya Alprazolam dan obat-obat tertentu (OOT) misalnya Tramadol dan Triheksilpenidil mungkin hanya masyarakat yang bekerja di bidang kesehatan saja yang tahu, seperti dokter, apoteker, atau tenaga medis lainnya. Mereka umumnya mengetahui obat-obatan tersebut diindikasikan untuk penyakit apa, bagaimana cara pemberian dan dosisnya, hingga efek samping yang akan ditimbulkan. Namun bagi masyarakat awam, hanya sedikit sekali yang mengetahui penggunaan dan efek samping yang ditimbulkan dari obat-obatan tersebut. Akibatnya, jika penggunaannya tidak dalam pengawasan yang benar, maka obat-obatan tersebut banyak sekali disalahgunakan yang dapat membahayakan kesehatan bahkan menyebabkan kematian.

Seperti yang telah diketahui, saat ini kasus penyalahgunaan OOT masih marak terjadi di Indonesia. Beberapa waktu lalu, merebak pemberitaan terkait penyalahgunaan Psikotropika dengan merek dagang Dumolid oleh salah satu aktor ternama. Obat tersebut mengandung zat aktif Nitrazepam yang memiliki efek sebagai obat penenang, yang jika dikonsumsi tidak sesuai dosis terapi dapat mempengaruhi perilaku penggunanya, bahkan menimbulkan ketergantungan.

Berdasarkan fakta bahwa kasus penyalahgunaan OOT semakin hari semakin meningkat, Balai POM di Serang bekerja sama dengan Anggota DPR Komisi IX, Dra. Hj. Siti Masrifah, MA, menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui KIE Obat dan Makanan dengan tema “Mengenal Lebih Dekat dengan Obat-Obatan yang Sering Disalahgunakan”. Acara yang diselenggarakan pada tanggal 09 Agustus 2017 ini bertempat di Aula Pondok Pesantren Al-Amanah Al-Gontory, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Acara dibuka oleh Kepala Balai POM di Serang, Dra. Nurjaya Bangsawan, Apt., M. Kes. dan dilanjutkan dengan sambutan dari Pimpinan Pondok Pesantren, KH. Sundusi Ma’mun. Acara juga dihadiri oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Suharla Manullang, M. Kes.; Lurah Perigi Baru, H. Idris; Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kel. Perigi Baru.

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan peserta KIE dapat mengetahui dan teredukasi dengan baik akan bahaya terhadap penyalahgunaan obat-obatan tersebut. Lebih lanjut, peserta anak-anak didik Pondok Pesantren ini dapat mengimplementasikannya dan menularkan kepada orang lain dalam kehidupan sehari-hari sehingga menjadi generasi penerus bangsa yang bermanfaat bagi Nusa dan Bangsa yang dapat berdaya saing global di masa depan.

BALAI POM DI SERANG