Berita Aktual

Kepala Badan POM Menegaskan Dukunganya terhadap Inovasi Obat Baru dalam APEC Life Science Innovative Forum High Level Dialogue Ho Chi Minh, Vietnam tgl 21 Agustus 2017

25 Agustus 2017 14:46 WIB Dilihat 716 Kali Hukmas

Ho Chi Minh – Badan POM berpartisipasi aktif dalam rangkaian pertemuan APEC-LSIF RHSC (Asia-Pacific Economic Cooperation-Life Sciences Innovation Forum-Regulatory Harmonization Steering Committe) yang diselenggarakan di Ho Chi Minh, Viet Nam, tanggal 18-22 Agustus 2017. Kepala Badan POM hadir sebagai salah satu pembicara kunci dalam sesi pertama High Level Dialogue (HLD) on Innovation, Regulatory Systems, and Regulatory Convergence.

 

Pada pertemuan HLD tersebut, Kepala BPOM memaparkan pengalaman Indonesia dalam mendukung inovasi  life science melalui perkuatan sistem regulatori dan kerjasama ABG antara akademisi (academic), pelaku usaha (bussiness) dan regulator (government). Badan POM telah mengembangkan framework strategis untuk meningkatkan ketersediaan obat dan memfasilitasi pengembangan obat inovasi (obat baru) dan inovasi di bidang life-science lainnya. Kepala Badan POM juga menekankan dukungannya pada inisiatif APEC-LSIF dan kolaborasi/kerjasama APEC untuk memperkuat kapasitas regulatori dan fasilitasi investasi dan mendorong transfer teknologi dalam pengembangan obat dan inovasi life science yang bertujuan untuk mengurangi hambatan ketersediaan obat baru (inovasi).

 

Selain sebagai pembicara pada HLD Meeting, Kepala Badan POM juga melakukan pertemuan bilateral dengan Vice Minister cum Director General of Drug Administrasi Vietnam (DAV), dan Chief Executive Officer of United States of Pharmacopeia (USP) di sela-sela pertemuan APEC-LSIF. Pertemuan bilateral dengan DAV membahas mengenai potensi kerjasama antara Badan POM dan DAV seperti peningkatan ketersediaan obat dan fasilitasi perdagangan, kerjasama teknis lainnya untuk perkuatan sistem regulasi obat maupun peningkatan kapasitas regulator dalam Inspeksi CPOB, Evaluasi Obat, uji Bioequivalen, maupun uji klinis.

 

Pada pertemuan bilateral dengan USP, membahas mengenai kelanjutan kerja sama ke depan khususnya di bidang penipuan makanan, program peningkatan kapasitas dalam metode analisa baru, dan bimbingan teknis (technical assistance) dalam pengembangan baku pembanding. Diharapkan kerja sama antara BPOM dan USP dapat lebih dimajukan.

 

Melalui forum APEC dan pertemuan bilateral tersebut, Badan POM berharap dapat terus meningkatkan kerjasama bilateral dan regional guna memperkuat sistem regulasi pengawasan obat dan makanan serta meningkatkan daya saing produk Indonesia di kawasan internasional.

 

BIRO KERJASAMA LUAR NEGERI