Berita Aktual

Mengubah Tanggal Kedaluwarsa Dominasi Modus Kejahatan Pangan di Jakarta

30 Agustus 2017 19:48 WIB Dilihat 351 Kali Hukmas

Mengubah Tanggal Kedaluwarsa Dominasi Modus Kejahatan Pangan di Jakarta



Jakarta - Badan POM kembali memusnahkan produk yang tidak memenuhi syarat. Kali ini produk yang dimusnahkan adalah pangan kedaluwarsa, pangan rusak, dan pangan tanpa izin edar sebanyak 123 item (1.525 karton) dengan nilai keekonomian mencapai 1,1 M rupiah. Keseluruhan pangan tersebut merupakan temuan dari 3 lokasi di wilayah Jakarta Barat dan Jakarta Utara.


"Barang bukti yang dimusnahkan hari ini adalah hasil intensifikasi pengawasan yang dilakukan Balai Besar POM (BBPOM) di Jakarta selama bulan Ramadhan dan jelang Hari Raya Idul Fitri tahun ini", papar Kepala Badan POM, Penny K. Lukito saat melakukan konferensi pers terkait pemusnahan hari ini.

Dalam laporannya, Kepala BBPOM di Jakarta, Dewi Prawitasari menyebutkan bahwa modus temuan pangan di wilayah Jakarta mengalami pergeseran.


"Sebelumnya pangan yang banyak ditemukan adalah pangan tanpa izin edar, namun tahun ini modusnya lebih didominasi dengan mengubah tanggal kedaluwarsa atau repacking kemasan pangan yang telah kedaluwarsa", jelasnya.

Pemusnahan dilakukan di PT. Mitra Tata Lingkungan Baru, Desa Wanaherang, Kec. Gn. Putri, Bogor. Pangan berbentuk padatan dihancurkan menggunakan crusher terlebih dulu, kemudian dilakukan pemisahan limbah untuk diproses lebih lanjut. Sementara limbah cair dimusnahkan melalui waste water system. Proses pemusnahan disaksikan dan diawasi oleh Penyidik PNS Badan POM sampai selesai.

Turut menyaksikan kegiatan pemusnahan antara lain Koorwas PPNS Polda Metro Jaya, Kejaksaan Tinggi Provinsi DKI Jakarta, Deputi Bidang Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya, serta Kepala Pusat Penyidikan Obat dan Makanan. Terlihat pula beberapa media nasional dan media lokal meliput kegiatan tersebut.

Pada kesempatan ini, Kepala Badan POM kembali berpesan kepada petugas Badan POM di seluruh Indonesia untuk terus mengembangkan berbagai cara untuk memperluas pengejaran terhadap pelaku kejahatan Obat dan Makanan.

"Kita harus bisa membedakan mana yang memang penjahat dan mana yang hanya melanggar peraturan. Bagi pelanggar, Badan POM harus membina dan mendampingi agar pihak tersebut dapat menaati peraturan yang berlaku. Sebaliknya, Badan POM akan menindak tegas pelaku yang mengindikasikan tindak kejahatan", ujar Penny K. Lukito.


"Kami juga akan terus mencari cara pemusnahan yang lebih efektif untuk memastikan produk Obat dan Makanan ilegal tidak lagi beredar. Kami mengajak media untuk terus mengedukasi masyarakat dalam memberantas obat dan makanan ilegal", ujar Kepala Badan POM menutup penjelasannya. HM-Herma

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat