Berita Aktual

Menggarap PMI..

13 September 2017 10:15 WIB Dilihat 371 Kali Balai Besar/Balai POM » Denpasar

Industri Obat berkembang seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk menjamin mutu dan keamanan produk Obat, Industri Farmasi harus menerapkan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik ( CPOB ) dalam semua tahap. Cara Pembuatan Obat yang Baik adalah cara pembuatan obat yang bertujuan untuk memastikan agar mutu obat yang dihasilkan sesuai dengan persyaratan dan tujuan penggunaan.

Produk Plasma adalah sediaan jadi hasil fraksionasi plasma yang memiliki khasiat sebagai obat, sehingga proses pembuatannya mulai dari pengambilan darah/plasma sampai dengan penyimpanan, transportasi, pengolahan, pembekuan, pengawasan mutu, dan pengiriman, harus mengacu pada CPOB. Unit Transfusi Darah ( UTD ) merupakan salah satu sarana tempat pengolahan darah yang menyelenggarakan donor darah, penyediaan darah, dan pendistribusian darah. UTD hendaklah membangun dan menjaga sistem mutu, berdasarkan prinsip-prinsip sesuai Peraturan Kepala Badan POM Nomor 10 Tahun 2017 tentang Penerapan Pedoman Cara Pembuatan Obat yang Baik di Unit Transfusi Darah dan Pusat Plasmaferesis.

 Mengingat pentingnya CPOB dalam penjaminan mutu produk darah, UTD PMI Provinsi Bali menjalin kerja sama dengan Balai Besar POM di Denpasar dalam bentuk nota kesepahaman ( MoU ).Penandatanganan oleh Ketua PMI Provinsi Bali dan Kepala Balai Besar POM di Denpasar dilakukan hari Selasa, 12 September 2017 bertempat di UTD PMI Provinsi Bali. Acara ini dihadiri oleh perwakilan dari Biro Kesra Pemda Bali, Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Persatuan RS Swasta Cabang Bali, Pejabat BBPOM di Denpasar serta jajaran PMI.

Mudah-mudahan dengan adanya nota kesepahaman ini kualitas produk darah bisa semakin meningkat dalam upaya memberi perlindungan kepada masyarakat..

BBPOM Di Denpasar