Berita Aktual

Penerapan Track and Trace System Pada Produk Obat dan Makanan di Indonesia oleh Badan POM RI

20 September 2017 12:13 WIB Dilihat 1225 Kali Hukmas

Penerapan Track and Trace System Pada Produk Obat dan Makanan di Indonesia oleh Badan POM RI

 

Tim Badan POM RI dipimpin oleh Kepala, Dr. Ir. Penny K. Lukito, MCP telah melakukan kunjungan kerja ke Iran dan Turki pada tanggal 11-16 September 2017. Dalam kunjungan tersebut Kepala Badan POM RI didampingi tim dari unit teknis yakni Pusat Informasi Obat dan Makanan, Direktorat Pengawasan Produksi Produk Terapetik dan PKRT, Pusat Penyidikan Obat dan Makanan, serta Biro Kerja Sama Luar Negeri. Kunjungan kerja ke kedua national regulatory authority tersebut dilakukan dalam rangka benchmarking sebagai bagian dari rencana penerapan track and trace system pada produk obat dan makanan di Indonesia dalam waktu dekat.

Dalam kunjungan kerja di Iran, Kepala Badan POM RI dan tim didampingi Duta Besar RI untuk Republik Islam Iran dan jajaran Kedutaan Besar RI di Teheran telah melaksanakan pertemuan bilateral dengan Iranian Food and Drug Administration (IFDA) untuk membahas mengenai implementasi track and trace system serta authentication application sebagai sistem pengawasan obat dan makanan berbasis digital dan menjadi keynote speaker dalam pembukaan Iran Pharma Expo 2017.

Dalam pertemuan dengan Kepala Iranian Food and Drug Administration berhasil disepakati dan ditandatangani Letter of Intent (LOI) guna penyusunan nota kesepahaman bersama sebagai dasar hukum kerjasama yang lebih konkrit antar kedua lembaga. Dalam pidato pembukaan Iran Pharma Expo ke-3 di Tehran, Dr. Penny K. Lukito juga mengajak industri farmasi Iran untuk berinvestasi di Indonesia untuk pengembangan industri bahan baku aktif farmasi dan biofarmasi. Sebagai salah satu amanat dalam Inpres Nomor 6 Tahun 2016, Badan POM RI terus mengupayakan kemandirian nasional industri farmasi, antara lain, dengan mengupayakan diversifikasi sumber bahan baku aktif farmasi.

Indonesia memiliki potensi yang besar bagi pengembangan industri farmasi. Indonesia merupakan negara dengan penduduk terbesar di ASEAN dengan pangsa pasar produk farmasi mencapai nilai 4,2 miliar Dollar Amerika. Di tingkat regional ASEAN Indonesia juga menguasai 27% pasar produk farmasi. Indonesia merupakan salah satu negara produsen vaksin terbesar di dunia. Indonesia saat ini telah mengekspor vaksin ke 132 negara. Indonesia juga memiliki potensi besar di bidang sumber daya manusia kompeten dan sumber bahan baku. Pemerintah Indonesia telah menyatakan komitmennya untuk menciptakan iklim investasi yang kondusif bagi pengembangan industri farmasi.

Pada kunjungan ke Turki Tim Badan POM RI melakukan pertemuan dengan Turkish Medicines and Medical Devices Agency (TMMDA). TMMDA merupakan salah satu NRA yang paling awal menerapkan track and trace system. Dalam pertemuan dengan Badan POM RI, pihak TMMDA menyampaikan dukungan dan kesediaannya untuk membantu Badan POM RI dalam menerapkan track and trace system di Indonesia. Tim Badan POM RI juga secara langsung melihat penerapan pharmaceutical track and trace system ini di sarana pelayanan obat, pedagang besar farmasi dan industri farmasi di Turki. Hal ini diharapkan mampu memberikan gambaran secara utuh mengenai kendala dan tantangan yang dihadapi oleh pelaku usaha dalam penerapan track and system bagi produk obat.

Melalui penerapan track and trace system di Indonesia, Badan POM RI bertujuan untuk meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan sebagaimana dinstruksikan oleh Presiden melalui Keppres Nomor 3 Tahun 2017. Dengan memanfaatkan teknologi informasi, track and trace system ini akan mampu melindungi masyarakat dari risiko obat palsu dan penyalahgunaan obat yang selama ini dihadapi. Pelaku usaha juga dapat memperoleh manfaat dari sistem ini yang akan melindungi produk obat yang dihasilkannya dari pemalsuan. Sistem ini juga dapat dimanfaatkan dalam membantu program kementerian dan lembaga terkait, seperti penggunaan obat rasional dan peningkatan pemasukan negara dari sektor pajak.

 

Biro Kerja Sama Luar Negeri