Berita Aktual

Indonesia sebagai Lead Country dalam Penyusunan ASEAN Guidelines on Stability and Shelf-Life of Traditional Medicines and Health Supplements

12 Oktober 2017 15:26 WIB Dilihat 295 Kali Hukmas

JAKARTA - Ini merupakan tahun kedua Indonesia diberikan tanggung jawab menyelenggarakan pelatihan penyusunan pedoman setelah sebelumnya dilaksanakan pada tahun 2016. "Selain untuk meningkatkan pemahaman regulator serta industri bidang obat tradisional dan suplemen kesehatan di negara ASEAN, pelatihan ini untuk mempersiapkan industri bidang obat tradisional dan suplemen kesehatan di negara ASEAN untuk dapat melakukan uji stabilitas yang menghasilkan data stabilitas yang valid dan memadai dalam rangka registrasi", ujar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito saat membuka acara The ASEAN Training on Stability and Shelf-Life Study on Traditional Medicines and Health Supplements di Sari Pan Pacific Jakarta, Rabu (04/10).

 

Stabilitas merupakan faktor penting bagi mutu produk obat tradisional dan suplemen kesehatan. Badan POM mendukung disusunnya pedoman tersebut dalam rangka memberikan acuan bagi industri untuk menyiapkan data stabilitas. "Keamanan, manfaat, dan kualitas produk sebagai bentuk perlindungan bagi konsumen dan meningkatkan persaingan produk di pasaran", jelas Kepala Badan POM.

 

Stabilitas ditetapkan melalui serangkaian pengujian untuk menjamin konsistensi mutu agar sama dengan saat dibuat hingga ketika dikemas dan kemudian diedarkan sesuai kondisi penjualan di pasar. Tujuan dilakukannya uji stabilitas obat tradisional dan suplemen kesehatan adalah untuk menentukan waktu kedaluwarsa produk jadi dengan kondisi penyimpanan yang telah ditetapkan, sehingga produk jadi masih memenuhi spesifikasi kestabilan fisika, mikrobiologi dan kimia hingga waktu yang ditetapkan. HM-Diyan

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat