Berita Aktual

Komitmen Balai Besar POM Jakarta dan Bea Cukai Jakarta memberantas Obat dan Makanan Ilegal

12 Oktober 2017 16:26 WIB Dilihat 237 Kali Balai Besar/Balai POM » Jakarta

Semakin meningkatnya kemajuan teknologi dan informasi sangat mempengaruhi kebutuhan dan gaya hidup masyarakat dalam menggunakan dan mengkonsumsi obat dan makanan. Dampak globalisasi yang menuntut adanya pasar bebas, masyarakat ekonomi asean dll , juga memberikan kontribusi terhadap semakin tipisnya entry barrier bagi masuknya obat dan makanan impor dari negara lain.

Berdasarkan data Badan POM hasil Operasi di wilayah kepabeaan di Propinsi DKI Jakarta yaitu Kantor Pos Besar Pasar Baru & Bandara Halim Perdana terdapat peningkatan jumlah  paket kiriman yang terindikasi berisi obat dan makanan illegal. Hasil pengawasan BBPOM di Jakarta selama 3 (tiga) tahun terakhir juga menunjukan bahwa temuan produk impor tanpa ijin edar ditemukan sebanyak 48,31% pada tahun 2014; 63,96% pada tahun 2015; 67,52% pada tahun 2016. Ini memperlihatkan potensi pelanggaran dan juga potensi terjadinya pidana memasukan obat dan makanan illegal masih terjadi dan menjadi salah satu modus operandi tindak pidana obat dan makanan.

Untuk itu, sebagai wujud komitmen bersama, pada tanggal 10 Oktober 2017 , Balai Besar POM di Jakarta bersama-sama dengan Kanwil Bea dan Cukai Jakarta, KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok serta perwakilan dari Direktorat Inspeksi dan Sertifikasi masing- masing Kedeputian , Pusat Penyidikan Obat dan Makanan  serta Biro Hukmas melakukan koordinasi untuk meningkatkan efektifitas hasil pengawasan obat dan makanan illegal melalui kerjasama Border Inspection. Rapat yang dipimpin oleh Kepala Balai Besar POM di Jakarta, Ibu Dra. Dewi Prawitasari, Apt., M.Kes. dan Kepala Bidang Penyidikan dan Penindakan Kanwil DJBC Jakarta, Bapak Agus Wahyono, menghasilkan beberapa rekomendasi membangun sinergitas langkah pengawasan obat dan makanan impor lebih ke hulu di border area antara BBPOM di Jakarta, Kanwil Bea dan Cukai Jakarta, dan KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok. Kerjasama teknis ini diharapkan dapat memberikan manfaat kepada BBPOM di Jakarta maupun Kanwil Bea dan Cukai Jakarta serta KPU Bea dan Cukai Tanjung Priok dalam mendeteksi dan mencegah lebih dini masuknya obat dan makanan illegal ke jalur distribusi, serta melindungi lebih banyak masyarakat terhadap penggunaan obat dan makanan illegal.

 



Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Jakarta