Berita Aktual

Hadir di Area CFD, Badan POM RI Nyatakan Perang Terhadap Penyalahgunaan Obat dan Napza

22 Oktober 2017 18:36 WIB Dilihat 394 Kali Hukmas

JAKARTA – Kondisi penyalahgunaan obat dan Napza di Indonesia beberapa tahun terakhir ini sudah sangat mengkhawatirkan. Oleh karena itu, masalah ini tidak dapat hanya ditangani oleh Badan POM RI sendiri, tetapi butuh sinergisme dari segenap komponen bangsa untuk berupaya mengatasi hal ini. Di area Car Free Day (CFD) Jakarta, Badan POM RI suarakan dan ajak masyarakat perang terhadap penyalahgunaan obat dan Napza, Minggu (22/10).

 

"Hari ini kita berkumpul di sini untuk menyatakan komitmen bahwa kita perang terhadap penyalahgunaan obat dan napza. Dalam hal ini, ada tiga aspek yang ditekankan. Pertama adalah melalui edukasi kepada masyarakat seperti yang kami lakukan hari ini. Kedua berupa pengawasan yang dilakukan tidak hanya oleh Badan POM RI, tapi juga didukung oleh unsur pemerintahan lainnya termasuk para pelaku usaha dan juga masyarakat sendiri. Dan yang ketiga adalah melakukan penindakan hukum untuk memastikan pelaku kejahatan penyalahgunaan obat mendapatkan efek jera dari hukuman yang dijatuhkan", jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito saat memberi penjelasan di tengah-tengah kerumunan masyarakat pengunjung area CFD.

 

Beliau menjelaskan bahwa kegiatan hari ini merupakan rangkaian dari Aksi Nasional Pemberantasan Obat Ilegal dan Penyalahgunaan Obat yang sebelumnya dicanangkan oleh Presiden RI, Joko Widodo, di Bumi Perkemahan Cibubur pada 3 Oktober lalu.

 

Kegiatan yang dihadiri oleh Kementerian Kesehatan RI, Badan Narkotika Nasional (BNN), Bareskrim Polri, Kongres Wanita Indonesia (Kowani); asosiasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), serta para pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa dari beberapa Perguruan Tinggi Farmasi di Jakarta ini merupakan unsur yang  memegang peranan penting.

 

"Seperti Kowani yang merupakan wakil dari para Ibu di Indonesia. Daya tahan bangsa sangat dipengaruhi oleh daya tahan keluarga. Para Ibu memiliki peranan penting dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas. Untuk itu para ibu juga harus perang melawan berbagai upaya kejahatan  dari oknum tidak bertanggung jawab yang ingin merusak bangsa. Oleh karena itu, kepada para Ibu di indonesia, mari kita bersama menjaga anak-anak kita agar jangan sampai menjadi korban dari penyalahgunaan obat dan napza. Begitu juga dengan IDI dan IAI. Dokter dan Apoteker merupakan garda terdepan untuk membentengi penyalahgunaan obat", tegas Kepala Badan POM.

 

Pernyataan dukungan secara langsung disampaikan oleh perwakilan BNN, Bareskrim Polri, Kowani, dan IAI terhadap langkah Aksi Nasional yang dilakukan Badan POM. Bukti dukungan juga ditunjukkan oleh IAI dengan menyerahkan Pernyataan Sikap Bersama bahwa Apoteker turut berkomitmen mengawasi penggunaan obat dan napza di Indonesia. Pernyataan tersebut ditegaskan dengan pemukulan gendang oleh Kepala Badan POM RI dan perwakilan dari Pemerintah serta asosiasi profesi, sebagai simbolis pernyataan perang terhadap penyalahgunaan obat dan napza.

 

Kegiatan di area CFD hari ini diawali dengan long march di sepanjang area CFD, tepatnya dari panggung utama di Jalan Imam Bonjol menuju Sarinah Thamrin Plaza dan kembali menuju Jalan Imam Bonjol.

 

Pada akhir acara, Badan POM kembali menyatakan imbauan agar masyarakat menjadi konsumen cerdas. "Jika ada indikasi tindak penyalahgunaan obat di lingkungan sekitar, jangan ragu untuk melaporkan kepada Badan POM RI melalui contact center HaloBPOM 1500533 atau BNN melalui call center 184", tutup Kepala Badan POM RI. HM-Herma

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat