Berita Aktual

Menuju Sinergisme Pengembangan Obat Bahan Alam Indonesia

1 November 2017 19:40 WIB Dilihat 312 Kali Hukmas

JAKARTA - Seperti kita ketahui masyarakat Indonesia sudah sejak ratusan tahun yang lalu telah memiliki tradisi memanfaatkan tumbuhan dari lingkungan sekitarnya sebagai upaya untuk memelihara kesehatan dan pengobatan. Kecenderungan masyarakat mencari pemecahan terhadap masalah kesehatan melalui tren back to nature sangat dirasakan akhir-akhir ini. "Fenomena ini terus meningkat seiring peningkatan pangsa pasar produk obat bahan alam yang hingga tahun 2016 mencapai 70 Milyar rupiah”, ujar Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito pada acara Focus Group Discussion (FGD) Menuju Sinergisme Pengembangan Obat Bahan Alam Indonesia (31/10).

 

FGD ini bertujuan untuk menggali permasalahan dan mendapat masukan solusi terkait masalah-masalah seputar pengembangan obat bahan alam. Terdapat beberapa permasalahan dalam pengembangan obat bahan alam yang perlu kita cermati bersama, salah satunya terkait pengembangan dan pemanfaatan obat bahan alam menuju Fitofarmaka yang dirasa cukup lambat.

 

Kurangnya pemahaman para pelaku usaha merupakan salah satu kendala mengatasi bersama harapan penyetaraan Fitofarmaka dengan obat sehingga dapat digunakan dalam pelayanan kesehatan dalam rangka Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), membutuhkan data dukung yang kuat, valid dan kredibel sesuai standar Cara Uji Klinik yang Baik”, jelas Kepala Badan POM.

 

Dalam Instruksi Presiden Nomor 6 Tahun 2016 tentang Percepatan Pengembangan Industri Farmasi dan Alat Kesehatan merupakan pendorong pengembangan Fitofarmaka di Indonesia. Badan POM memfasilitasi pengembangan obat dalam rangka mendukung akses dan ketersediaan obat untuk masyarakat dan investasi pada sektor industri farmasi dan alat kesehatan melalui fasilitasi dalam proses sertifikasi fasilitas produksi dan evaluasi produk; dan Mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi dan standar dalam rangka menjamin keamanan, khasiat, mutu serta peningkatan daya saing industri farmasi. HM-Ambang

 

Biro Hukum dan Hubungan Masyarakat