Berita Aktual

WORKSHOP MANAJEMEN MUTU PRODUK OBAT TRADISIONAL

14 November 2017 13:12 WIB Dilihat 255 Kali Obat Asli Indonesia

WORKSHOP MANAJEMEN MUTU PRODUK OBAT TRADISIONAL

Jakarta, 07-08 November 2017

 

Dalam rangka menurunkan jumlah obat tradisional yang tidak memenuhi syarat (TMS) dan jumlah sarana produksi obat tradisional yang tidak memenuhi ketentuan (TMK), Badan POM dalam hal ini Direktorat Obat Asli Indonesia menyelenggarakan Workshop Manajemen Mutu Produk Obat Tradisional kepada Usaha Kecil Obat Tradisional (UKOT) dan Usaha Mikro Obat Tradisional (UMOT).

Workshop yang diselenggarakan selama dua hari di Aula Gedung C – Badan POM dibuka secara resmi oleh Direktur Obat Asli Indonesia (Dra. Frida Tri Hadiati, Apt) serta didukung oleh PPM Manajemen dan PT Deltomed Laboratories. Dalam arahan yang disampaikan oleh Direktur Obat Asli Indonesia disebutkan bahwa kegiatan tersebut merupakan wujud nyata dukungan Badan POM dalam meningkatkan daya saing produk obat tradisional. Adapun yang dimaksud dengan produk obat tradisional yang berdaya saing adalah obat tradisional yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam aspek keamanan, manfaat dan mutu, sesuai kebutuhan pelanggan dan memiliki karakteristik yang unik. Sehingga secara implisit disampaikan bahwa keamanan, khasiat dan mutu produk obat tradisional menjadi tanggung jawab produsen sedangkan Badan POM adalah institusi yang menjaga produk obat tradisional berada dalam koridor yang ditetapkan.

Pada workshop tersebut, materi yang disampaikan oleh narasumber Drs. Nyoto Wardoyo, Apt (PT. Deltomed  Laboratories) dan Puput Suwastika, SE., MM (PPM Manajemen) sangat lah menarik dan aplikatif, diantaranya:

  • Kunci Keberhasilan Usaha di Bidang Obat Tradisional, mengupas tentang visi misi perusahaan akan menentukan kesuksesan suatu perusahaan;
  • Pengaruh Mutu Produk Obat Tradisional Terhadap Profitabilitas, Operation Excellent and The Business Model Canvas Obat Tradisional, mengupas tentang efektivitas proses produksi akan menghasilkan mutu produk obat tradisional yang menentukan posisi saing produk tersebut;
  • Alat Pemantauan Manajemen Mutu serta Alat Peningkatan dan Evaluasi Mutu, mengupas tentang The Basic Seven Tools and The Seven Wastes. Obat tradisional yang bermutu dihasilkan dari proses yang bermutu (efektif dan efisien) sehingga biaya produksi dapat ditekan dan profit perusahaan akan meningkat.

Workshop dengan materi teknis tersebut mendapatkan respon yang luar biasa dari UKOT/UMOT. Terbukti UKOT/UMOT dari beberapa daerah bersedia hadir dengan biaya mandiri antara lain Bojonegoro, Ngawi, Yogyakarta, Magelang, Sragen, Klaten, Semarang, Banyumas, Bandung, Aceh, dan Jabodetabek. Hal itu menunjukkan bahwa 70 peserta yang berasal dari 49 (empat puluh sembilan) UKOT/UMOT tersebut bersemangat untuk memperbaiki mutu produk yang dihasilkan. Sebagai tindak lanjut, Direktorat Obat Asli Indonesia akan memetakan kebutuhan teknis dan kebutuhan manajerial yang dibutuhkan oleh UKOT/UMOT sehingga produk obat tradisional yang dihasilkan memiliki daya saing.