Berita Aktual

Koordinasi BBPOM di Bandung dengan Lintas Sektor Terkait Peredaran PCC

7 Desember 2017 10:36 WIB Dilihat 158 Kali Balai Besar/Balai POM » Bandung

Menindaklanjuti  temuan Badan Narkotika Nasional (BNN) di Semarang mengenai pabrik yang memproduksi paracetamol caffein carisoprodol (PCC) dan pengendali pabrik PCC tersebut bertempat tinggal di wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat. Maka, Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM)  di Bandung pada tanggal 04-06 Desember 2017 melakukan koordinasi dengan beberapa instansi yaitu : BNN, Polsek Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya, Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI).

 

Dari hasil koordinasi tersebut didapat bahwa salah satu tersangka pengendali pabrik PCC di Semarang berinisial “R” dan tinggal di Dusun Balananjeur Desa Pagersari Kecamatan Pagerageung Kabupaten Tasikmalaya selama 1 tahun. Selain itu, tersangka memiliki usaha obat tradisional di Semarang, serta tidak memiliki sarana distribusi obat dan Sarana Pelayanan Kesehatan di Wilayah Tasikmalaya.

 

Pada tanggal 05 Desember 2017, BNN melakukan pengembangan terhadap rumah tinggal milik tersangka “R” dan ditemukan barang bukti berupa tablet berwarna biru yang diduga PCC sebanyak 5.535 tablet. Perkara dan barang bukti tersebut oleh BNN dilimpahkan ke Polresta Kota Tasikmalaya. Balai Besar POM di Bandung berkoordinasi dengan Polresta Kota Tasikmalaya dan melakukan pengambilan sampel tablet berwarna biru untuk dilakukan pengujian di laboratorium.

 

Komitmen bersama dalam melakukan Aksi Pemberantasan Produk Ilegal dan Penyalahgunaan Obat harus terus digalang dalam pengungkapan jaringan peredaran Produk Ilegal salah satunya PCC di seluruh wilayah Indonesia. Badan POM akan terus mengefektifkan dan mengembangkan Operasi Terpadu Pemberantasan Obat-Obat Tertentu yang sering disalahgunakan dan memastikan tidak ada bahan baku dan produk jadi Karisoprodol di sarana produksi dan sarana distribusi di seluruh Indonesia serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Dengan Komitmen ini, diharapkan peredaran produk ilegal akan hilang dari Bumi Pertiwi.