Berita Aktual

PENINGKATAN KOMPETENSI TENAGA PENGAWAS OBAT DAN TENAGA PENGELOLA OBAT SARANA PELAYANAN KEFARMASIAN

10 Februari 2018 18:09 WIB Dilihat 148 Kali Balai Besar/Balai POM » Pekanbaru

PEKANBARU – Sejumah 79 (tujuh puluh sembilan) Tenaga Pengelola Obat (Apoteker Penanggung Jawab Apotik, Klinik dan Puskesmas) di Sarana Pelayanan Kefarmasian Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Kabupaten Pelalawan dan Kabupaten Kepulauan Meranti dan 24 (dua puluh empat) Tenaga Pengawas Obat di Sarana Pelayanan Kefarmasian dari Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan 12 Kab/Kota mengikuti kegiatan peningkatan kapabilitas SDM tentang Standar Pelayanan Kefarmasian dan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan yang ditaja oleh Balai Besar POM di Pekanbaru bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Riau dan Pengurus Daerah Ikatan Apoteker (PD IAI) Provinsi Riau pada tanggal 6-8 Februari 2018 di Aula Hotel Premiere, Aula BBPOM di Pekanbaru dan Sarana Pelayanan Kefarmasian. Kegiatan ini bertujuan untuk Menjamin keamanan, khasiat dan mutu sediaan farmasi yang beredar serta mencegah agar tidak terjadi penyimpangan dalam penyaluran dan/atau penyerahan obat; Membentuk tenaga pengawas obat pada Sarana Pelayanan Kefarmasian di Dinas Kesehatan Kab/Kota di Provinsi Riau; serta Meningkatkan koordinasi secara sinergis dan kontinu dalam pelaksanaan pengawasan sarana pelayanan kefarmasian melalui jejaring pengawasan obat di Provinsi Riau.

Dalam sambutannya, Kepala BBPOM di Pekanbaru, Mohamad Kashuri, menyampaikan bahwa Obat mempunyai peranan yang strategis di bidang kesehatan, bahkan dapat dikatakan bahwa obat merupakan ujung tombak dalam pelayanan kesehatan. Namun jika obat tidak ditangani secara profesional akan menimbulkan dampak negatif yang merugikan individu maupun lingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, selain paparan materi dan diskusi, Tenaga Pengawas Obat di Sarana Pelayanan Kefarmasian juga diberikan materi tentang teknik inspeksi dan melaksanakan Praktek Kerja Lapangan pada 6 (enam) sarana pelayanan kefarmasian yang ada di Kota Pekanbaru yakni apotik, klinik dan puskesmas dengan didampingi instruktur yang berkompeten dari BBPOM di Pekanbaru.

Pada akhir kegiatan, Kepala Balai Besar POM di Pekanbaru memberikan selamat kepada para Tenaga Pengawas yang telah dilatih, dan berpesan agar meningkatkan kualitas pengawasan dan memperkuat  kerja sama dengan lintas  sektor dan seluruh stakeholders terkait sehingga mampu melindungi masyarakat dari obat yang tidak terjamin mutu, khasiat, keamanan dan keabsahannya.