Berita Aktual

BPOM Perlu Terobosan Strategi Guna Tingkatkan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan

4 April 2018 10:16 WIB Dilihat 291 Kali Hukmas

Bogor – “Luasnya cakupan wilayah pengawasan, globalisasi perdagangan, perkembangan teknologi informasi, perubahan sosial demografi masyarakat, serta makin meningkatnya berbagai modus kejahatan di bidang Obat dan Makanan merupakan tantangan yang harus diantisipasi dengan tepat”, demikian disampaikan Kepala BPOM, Penny K. Lukito, saat memberikan arahan pada acara Rapat Kerja Nasional (Rakernas) BPOM yang mengusung tema “Arah Kebijakan Badan POM tahun 2019”, Selasa (3/4). “Daya saing dan inovasi produk Obat dan Makanan masih perlu terus ditingkatkan guna mendukung perekonomian nasional”,  lanjutnya.

 

Rakernas yang diselenggarakan selama 4 hari ini diikuti oleh seluruh perwakilan dari Balai Besar POM/Balai POM dan semua unit kerja di BPOM Pusat.   

 

Penny K. Lukito lebih jauh menyampaikan bahwa arah Kebijakan BPOM Tahun 2019 harus didukung dengan berbagai upaya terobosan melalui program prioritas, diantaranya terkait penguatan regulasi, penguatan kelembagaan, rebranding pelayanan publik, revitalisasi pengawasan, koordinasi dan sinergisme lintas sektor, revitalisasi laboratorium pengawasan Obat dan Makanan, revitalisasi komunikasi publik dan KIE kepada masyarakat, penguatan operasi intelijen dan penindakan serta penguatan kapasitas SDM.

 

Arah kebijakan BPOM tahun 2019 ini menjadi acuan penyusunan perencanaan tahun 2019 yang akan diuraikan lebih detail dalam arah kebijakan Eselon I dan Kegiatan Prioritas Eselon II termasuk program lintas unit kerja. Untuk itu, seluruh Eselon I dan Unit Kerja diminta mengidentifikasi lebih lanjut berbagai upaya terobosan yang mampu mendukung kinerja pengawasan Obat dan Makanan sesuai arah kebijakan BPOM 2019 tersebut.

 

“Hasil Rakernas ini akan menjadi bahan Musyawarah Nasional Perencanaan Pengawasan Obat dan Makanan serta diharapkan dapat memberi masukan yang konkret untuk perencanaan BPOM 2019 secara optimal, sehingga BPOM dapat meningkatkan perlindungan masyarakat dari Obat dan Makanan yang tidak memenuhi persyaratan keamanan, mutu dan khasiat/manfaat dan meningkatkan daya saing produk”, tutup Kepala Badan POM. (HM-Rahman)

 

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan