Klarifikasi Badan POM

PENJELASAN BADAN POM RI TERKAIT SUSU UHT RASA COKLAT BERISI GUMPALAN BENDA ASING

19 Desember 2017 | 11:17 WIB Dilihat 10302 Kali Hukmas

PENJELASAN BADAN POM RI


TERKAIT
SUSU UHT RASA COKLAT BERISI GUMPALAN BENDA ASING

 

 

Sehubungan beredarnya video di media sosial mengenai produk Minuman Susu UHT Rasa Cokelat yang berisi gumpalan benda asing, Badan POM RI memandang perlu memberikan penjelasan sebagai berikut:

 

  1. Produk yang terdapat dalam video adalah Minuman Susu UHT Rasa Cokelat yang dikemas dalam kemasan tetrapak. Dalam video tersebut tampak adanya gumpalan menyerupai benda asing dalam kemasan produk.   
  2. Berdasarkan database Badan POM RI, produk minuman susu dimaksud telah memiliki nomor izin edar Badan POM RI, yang berarti telah memenuhi persyaratan keamanan, mutu, dan gizi serta label pangan. Hasil pengawasan selama peredaran (post-market control) terhadap produk tersebut selama tahun 2016 dan 2017 menunjukkan hasil memenuhi syarat.
  3. Produk minuman susu tersebut diproses dengan cara sterilisasi melalui teknologi Ultra High Temperature (UHT) yang dimaksudkan untuk membunuh mikroba sekaligus menjaga kandungan zat gizi agar tidak rusak dan selanjutnya produk dikemas secara aseptis, yaitu pada kondisi lingkungan yang bebas dari kontaminasi mikroba. Keamanan, mutu, dan gizi produk akan terjaga dari kontaminasi mikroba selama kemasan/wadah dalam keadaan baik, tidak rusak atau bocor. Kerusakan kemasan sekecil apapun berpotensi masuknya bakteri dan rusaknya produk pangan sehingga tidak layak dikonsumsi.
  4. Kerusakan susu ditandai dengan adanya perubahan pada rasa produk yaitu berasa asam, dan dapat menimbulkan gumpalan fragmen yang menyerupai benda asing.
  5. Kerusakan kemasan dapat terjadi sepanjang rantai pangan, sejak dari tempat produksi, gudang distribusi, selama pengangkutan, saat di tempat penjualan, bahkan oleh konsumen sendiri. Kerusakan juga bisa diakibatkan penanganan yang kasar, stack atau menyusun melebihi kemampuan.
  6. Sebagaimana tercantum di dalam Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, disebutkan bahwa setiap orang, termasuk di dalamnya adalah setiap pelaku usaha pangan, yang terlibat dalam rantai pangan wajib mengendalikan risiko bahaya pada pangan. Untuk itu, Badan POM RI mengimbau kepada para pelaku usaha agar selalu menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

Badan POM RI mengimbau masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas dengan selalu Cek “KLIK” (Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa) sebelum membeli atau mengonsumsi produk makanan. Pastikan kemasannya dalam kondisi utuh, baca informasi pada label, pastikan memiliki izin edar dari Badan POM, dan tidak melebihi masa kedaluwarsa. Masyarakat yang menemukan produk bermasalah dapat menghubungi Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533 (pulsa lokal), SMS 0812-1-9999-533, e-mail: halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.