Siaran Pers / Peringatan Publik

MEMBUMIKAN PANCASILA Sebagai Kekuatan dalam Melindungi Kesehatan Masyarakat Indonesia

6 Juni 2017 13:10 WIB Dilihat 1172 Kali Hukmas

MEMBUMIKAN PANCASILA

Sebagai Kekuatan dalam Melindungi Kesehatan Masyarakat Indonesia

 

Jakarta – Sebagai upaya konkrit pengamalan Pancasila, Badan POM menyelenggarakan kegiatan sarasehan dengan mengangkat tema “Membumikan Pancasila dengan Bergerak Bersama Melindungi Masyarakat dari Produk Obat dan Makanan yang Berisiko Terhadap Kesehatan di Seluruh Pelosok Negeri” (06/06). Bertempat di kantor Badan POM di Jakarta dan diikuti oleh seluruh Balai Besar/Balai POM melalui video teleconference, sarasehan hari ini diadakan dalam rangka momentum Hari Lahir Pancasila yang diperingati 01 Juni 2017 lalu.

 

Sarasehan dihadiri oleh seluruh pejabat struktural Badan POM, asosiasi pelaku usaha Obat dan Makanan, organisasi profesi, mahasiswa, perwakilan masyarakat, serta media. Acara sarasehan Pancasila ini menghadirkan narasumber yang memaparkan secara komprehensif historis lahirnya Pancasila, membangun nilai kebangsaan, penanaman nilai-nilai luhur Pancasila, wawasan kebangsaan, dan motivasi untuk menerapkan revolusi mental sebagai wujud nyata implementasi nilai-nilai Pancasila.

 

“Sarasehan ini diselenggarakan untuk menguatkan kembali komitmen kita mengamalkan nilai-nilai Pancasila dalam melaksanakan tugas pengawasan Obat dan Makanan di 17 ribu pulau, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Rote”, jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito membuka dialog sarasehan.

 

Tak dapat dipungkiri, Obat dan Makanan merupakan produk yang mempengaruhi hajat hidup orang banyak, karena dibutuhkan oleh segala usia dari balita hingga lansia. Dengan demikian peran Badan POM sangat strategis dilihat dari berbagai aspek, yaitu aspek kesehatan terkait Obat dan Makanan yang aman, berkhasiat/bermanfaat, dan bermutu; aspek ekonomi terkait pemberantasan produk ilegal dan penguatan daya saing produk Obat dan Makanan nasional; serta aspek sosial terkait pemberantasan Obat-Obat Tertentu yang berpotensi merusak kualitas generasi penerus bangsa. Ketiga aspek tersebut pada akhirnya akan berkontribusi dalam membentuk ketahanan bangsa.

 

Dalam menjalankan tugasnya melindungi seluruh lapisan masyarakat dilihat dari berbagai aspek tersebut, setiap langkah Badan POM harus diiringi dengan nilai-nilai luhur pancasila yang merupakan dasar ideologi segenap bangsa Indonesia. “Terdapat empat poin penting pengamalan nilai-nilai luhur Pancasila sebagai nilai penguatan pencapaian visi Badan POM, (1) Membangun kemitraan dengan lintas sektor dan pemangku kepentingan, karena pengawasan Obat dan Makanan adalah tanggung jawab bersama; (2) Badan POM hadir melayani dan melindungi kesehatan masyarakat di seluruh pelosok negeri termasuk wilayah perbatasan dan pulau terluar Indonesia; (3) Badan POM selalu melakukan inovasi untuk memperbaiki kinerja pelayanan dan perlindungan masyarakat agar semakin efektif dan efisien serta terus memberikan informasi dan mengedukasi masyarakat agar menjadi konsumen yang cerdas; dan (4) Badan POM terus berupaya memberikan efek jera kepada oknum pelaku untuk menurunkan angka kejahatan di bidang Obat dan Makanan”, jelas Kepala Badan POM.

 

Posisi strategis Badan POM dalam melayani dan melindungi kesehatan masyarakat tersebut membutuhkan komitmen yang tinggi dari seluruh jajaran Badan POM. Pancasila merupakan sumber energi bagi jiwa patriotisme dan nasionalisme yang harus dibangun di setiap insan Badan POM”, tegas Kepala Badan POM. “Mari kita gali dan aktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam menjalankan tugas mulia Badan POM yaitu mewujudkan kesehatan masyarakat melalui Obat dan Makanan yang aman di seluruh Indonesia”, tutupnya.

 

KITA INDONESIA... KITA PANCASILA... SEMUA ANDA INDONESIA... SEMUA ANDA PANCASILA... SAYA INDONESIA... SAYA PANCASILA...

 

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.