Siaran Pers / Peringatan Publik

SIARAN PERS RAPAT EVALUASI NASIONAL BADAN POM RI TAHUN 2017, Momentum Perkuatan Pengawasan Obat dan Makanan di Seluruh Pelosok Negeri

22 November 2017 08:30 WIB Dilihat 438 Kali Hukmas

SIARAN PERS

 

RAPAT EVALUASI NASIONAL BADAN POM RI TAHUN 2017,

Momentum Perkuatan Pengawasan Obat dan Makanan di Seluruh Pelosok Negeri

 

Gorontalo – Badan POM RI menggelar Rapat Evaluasi Nasional (REN) dengan fokus pembahasan evaluasi pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 3 Tahun 2017 Tentang Peningkatan Efektivitas Pengawasan Obat dan Makanan, Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 80 Tahun 2017 Tentang Badan Pengawas Obat dan Makanan, serta evaluasi pelaksanaan rencana strategis Badan POM (21-25/11).

 

Untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, REN 2017 juga membahas evaluasi kinerja program dan anggaran, penguatan kelembagaan melalui penataan organisasi yang tepat fungsi dan ukuran, capaian kinerja tahun 2017, dan struktur organisasi baru Badan POM RI.

 

“Tahun 2017 memiliki arti khusus bagi Badan POM RI, karena tahun ini merupakan momentum penguatan regulasi dan kelembagaan Badan POM RI yang ditandai dengan diterbitkannya Inpres Nomor 3 Tahun 2017”, jelas Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito. “Inpres tersebut berisi instruksi kepada 10 Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah terkait untuk mengambil langkah-langkah sesuai tugas, fungsi, dan kewenangan masing-masing untuk melakukan peningkatan efektivitas dan penguatan pengawasan obat dan makanan, serta memberikan amanah kepada Badan POM RI untuk mengoordinasikan pelaksanaan pengawasan obat dan makanan”, lanjutnya.

 

Pemerintah Gorontalo sendiri telah menerbitkan Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 852 Tahun 2017 tentang Pembinaan dan Pengawasan Obat dan Makanan di Provinsi Gorontalo sebagai bentuk pelaksanaan dari Inpres Nomor 3 Tahun 2017. Ingub ini menginstruksikan kepada Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Gorontalo, termasuk Balai POM di Gorontalo, untuk saling bersinergi dalam meningkatkan efektivitas pengawasan obat dan makanan melalui pelaksanaan tugas, fungsi, dan kewenangannya masing-masing.

 

Selain di Gorontalo, perkuatan pengawasan obat dan makanan selama tahun 2017 juga dilakukan dengan Pemerintah Provinsi Lampung, Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sulawesi Utara, Banten, Sofifi, dan Bangka Belitung. Kerjasama juga dijalin bersama Kejaksaan Agung, Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Kemanusiaan dan Kebudayaan, Kementerian Pembangunan Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Kesehatan, Kementerian Hukum dan HAM, Badan Narkotika Nasional (BNN), dan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

 

“Dengan adanya Inpres Nomor 3 Tahun 2017, Badan POM RI berharap mendapatkan dukungan penuh dari seluruh lintas sektor terkait, tidak terkecuali masyarakat dalam menanggulangi masalah obat ilegal dan penyalahgunaan obat. Saya juga berharap agar Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia dapat semakin proaktif dan terus meningkatkan kinerja pengawasan di wilayah kerjanya masing-masing demi menjaga kesehatan masyarakat melalui obat dan makanan yang aman di Indonesia”, ajak Kepala Badan POM kepada seluruh jajarannya.

 

Tidak lupa, Penny K. Lukito juga mengungkapkan apresiasi dan penghargaannya kepada Pemerintah Daerah Provinsi Gorontalo atas kerja sama dan peran serta aktifnya dalam mendukung pelaksanaan REN Badan POM di Gorontalo.

 

 

 

Untuk informasi lebih lanjut hubungi:

Contact Center HALO BPOM di nomor telepon 1-500-533, SMS 0-8121-9999-533, email halobpom@pom.go.id, Twitter @bpom_ri, atau Unit Layanan Pengaduan Konsumen (ULPK) Balai Besar/Balai POM di seluruh Indonesia.