Jakarta - Seiring perkembangan zaman, tantangan keamanan pangan di era digital semakin kompleks diantaranya masifnya produk pangan yang dijual daring rentan disusupi produk ilegal tanpa izin edar, substandar, palsu, dan mengandung bahan berbahaya. Belum lagi masih maraknya hoaks termasuk hoaks Obat dan Makanan.
Terkait hal tersebut, Kementerian Pertanian bersama Badan POM dan FAO merayakan Hari Pangan Sedunia 2019 dengan menggelar acara "Healthy Street Food Festival: Jajan Sehat Siap Santap" di area Car Free Day (CFD) pintu 6 Gelora Bung Karno (GBK) Minggu (10/11). Festival kaki lima ini diikuti oleh sejumlah stan jajanan binaan Badan POM.
Selain Menteri Pertanian Syahrul Yasin dan Kepala Badan POM, kegiatan ini turut hadiri Nutrisionist UNICEF, Dr. Tan Shot Yen Stephen; FAO representative in Indonesia, Stephen Rudgard; Deputy Representative UNICEF in Indonesia, Robert Gass; dan Kepala Badan Ketahanan Pangan, Agung Hendriadi.
Stephen Rudgard mengawali sambutan pada acara tersebut dan menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. "I am very happy today, sitting between these two national agencies, including Badan POM. For Badan POM always ensuring the food qualities, to make sure that food is safe, so it wouldn''''t make people ill," ujarnya. “The event today is very important, people will get to listen to the strong messages coming from their government which United Nation would be happy to support” tutupnya
Senada dengan Stephen, Kepala Badan POM RI, Penny K. Lukito menyambut baik terselenggaranya acara ini. "Kami menyambut baik kegiatan ini. Bersama Kementerian Pertanian memastikan pengawasan pangan "from farm to table". Dalam hal ini, Badan POM memastikan aspek keamanan, mutu dan nutrisi bagi produk pangan" ujarnya.
Dalam upaya memastikan pangan aman, saat ini Badan POM telah membentuk regulasi agar setiap produk obat dan makanan perlu memiliki NIE serta menerbitkan regulasi berupa pindai QR barcode (2D Barcode). Tak hanya itu, Badan POM akan terus berupaya melakukan pendampingan dan pemberdayaan UMKM agar berdaya saing untuk menghasilkan pangan berkualitas dan bernutrisi.
"Itulah upaya Badan POM dalam rangka mendukung pangan sehat menuju zero hunger. Untuk itu mari bersama kita wujudkan Indonesia maju, sehat, dan terdepan dengan tingkat keamanan pangan yang unggul." ajak Kepala Badan POM.
Di akhir pidatonya, Penny K. Lukito mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan pangan yang aman dan sehat, dan bersinergi mengawal keamanan pangan di Indonesia.
Setelah berpidato, Penny K. Lukito mengunjungi stan pelaku usaha pangan (Pedagang Kaki Lima) seraya memberikan edukasi kepada sejumlah stan penjual terkait pentingnya keamanan pangan.
Kepala Badan POM mengedukasi penjual terkait makna pangan sehat. "Pangan yang sehat itu adalah pangan yang aman, berkualitas dan bernutrisi," ujarnya sembari menulis pesan singkat pada sticky note. (HM-Rizky)
Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan
