Jakarta - “BPOM siap untuk mengikuti proses pemeriksaan dan segera menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan.” Dengan tegas pernyataan tersebut diucapkan oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam Entry Meeting Pemeriksaan Terinci Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) atas Laporan Keuangan BPOM Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Gedung Bhinneka Tunggal Ika pada Rabu (4/2/2026).
Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menegaskan komitmen BPOM untuk meningkatkan kepatuhan penyusunan laporan keuangan sesuai dengan peraturan perundang-undangan serta prinsip akuntabilitas keuangan negara. Ia menyampaikan bahwa dari total anggaran belanja BPOM Tahun 2025 sebesar Rp2,56 triliun, telah terealisasi sebesar 67,8% atau Rp1,76 triliun.
“Hal ini sesuai dengan efisiensi anggaran belanja sebesar Rp92 miliar sehingga realisasi anggaran di luar blokir 99,51%,” ungkapnya lebih lanjut. Taruna Ikrar juga menjelaskan bahwa BPOM telah menyusun laporan keuangan tahun 2025 sesuai ketentuan yang berlaku serta menindaklanjuti 97,43% rekomendasi BPK, dengan 2,3% di antaranya masih dalam proses penyelesaian secara berkelanjutan.
Anggota VI BPK Fathan Subchi menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas tindak lanjut rekomendasi yang telah dipenuhi oleh BPOM. Menurutnya, capaian tindak lanjut sebesar 97,43% tersebut merupakan salah satu yang tertinggi di tingkat kementerian/lembaga. Ia juga mengapresiasi keberhasilan BPOM dalam mempertahankan predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 11 tahun berturut-turut sejak 2014.
Tak lupa, Anggota VI BPK menyampaikan, “Selamat atas pencapaian WLA. Prestasi yang sangat tinggi untuk Indonesia,” serunya. Lebih lanjut, Fathan Subchi menjelaskan bahwa pemeriksaan laporan keuangan BPOM dilakukan dengan menilai kesesuaian dengan Sistem Akuntansi Pemerintah (SAP), kecukupan pengungkapan, kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan, serta efektivitas Sistem Pengendalian Intern.
Ia juga menyampaikan pesan kepada para auditor dan petugas pemeriksa. “Bekerjalah dengan landasan BPK, [yaitu] integritas, profesional, dan independen,” tegasnya. Kepada Kepala BPOM, Fathan Subchi menambahkan bahwa BPK berkomitmen untuk menerapkan budaya bermartabat dan bermanfaat, yakni seluruh proses pemeriksaan dan audit harus memberikan dampak nyata, berkualitas, serta bernilai tambah bagi pengelolaan keuangan negara, yang pada akhirnya bermuara pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
Menjelang penutupan sambutannya, Anggota VI BPK berpesan agar BPOM dapat menyediakan dan mengelola basis data secara optimal. Pengelolaan basis data yang dimaksud dilakukan baik melalui Sistem Aplikasi Keuangan Tingkat Instansi (SAKTI) yang mencakup perencanaan, penganggaran, pelaksanaan anggaran, dan pelaporan keuangan, maupun aplikasi pendukung pelaksanaan program dan kegiatan.
Sebelum kegiatan entry meeting dimulai, Taruna Ikrar mengajak Anggota VI BPK, Direktur Jenderal Pemeriksaan Keuangan Negara VI BPK Laode Nusriadi, Direktur Pemeriksaan VI.A BPK Ruben Artia Lumbantoruan, beserta jajaran untuk mengunjungi BPOM Command Center dan Diorama BPOM. Kunjungan ini juga didampingi pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, serta ahli utama BPOM.
Melalui pemeriksaan laporan keuangan oleh BPK, BPOM berharap dapat terus meningkatkan kualitas tata kelola keuangan serta memperkuat akuntabilitas pengelolaan anggaran negara. Pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi negara dan publik, khususnya dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi BPOM dalam melindungi masyarakat melalui pengawasan obat dan makanan. BPOM juga berharap seluruh proses pemeriksaan Laporan Keuangan Tahun Anggaran 2025 oleh Tim Pemeriksa BPK dapat berjalan dengan lancar. (HM-Nelly)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
