Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar membuka kegiatan pembekalan Finalis Puteri Indonesia pada Pengukuhan Duta Obat dan Makanan Aman di Gedung Bhinneka Tunggal Ika, Senin, (13/4/2026). Kegiatan turut dihadiri oleh Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia (YPI) Putri Kus Wisnu Wardani, Ketua Pemilihan Puteri Indonesia Kusuma Ida Anjani, Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM Elfi Taruna Ikrar, Puteri Indonesia Lingkungan 2025 Melliza Xaviera serta dihadiri oleh 45 finalis Puteri Indonesia yang berprestasi dan berasal dari seluruh Indonesia.
“Mewujudkan keamanan, kemandirian, serta kedaulatan obat dan makanan di Indonesia adalah tugas kita bersama. Dalam melaksanakan pengawasan obat dan makanan, BPOM berkolaborasi dengan lintas sektor kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pelaku usaha dan asosiasi, perguruan tinggi, komponen masyarakat (organisasi masyarakat, tokoh masyarakat, dan komunitas), hingga media massa. Tidak hanya sinergi dengan mitra dalam negeri, BPOM juga menjalin kerja sama dengan mitra internasional,” ucap Kepala BPOM.
Kepala BPOM Taruna Ikrar melanjutkan penjelasannya bahwa salah satu pilar penting pengawasan obat dan makanan adalah konsumen mandiri dan berdaya melindungi diri dari obat dan makanan berisiko terhadap kesehatan. Peredaran produk ilegal, kosmetik mengandung bahan berbahaya, serta informasi menyesatkan seiring perkembangan teknologi informasi dan komunikasi, merupakan tantangan dalam pengawasan obat dan makanan yang perlu diantisipasi dan direspons dengan tepat.
“Edukasi adalah kunci penting membentuk konsumen cerdas untuk pembangunan dan ketahanan bangsa. Pengukuhan finalis Puteri Indonesia sebagai Duta Obat dan Makanan Aman hari ini bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan komitmen bersama untuk terus mengedukasi, menginspirasi, dan melindungi masyarakat Indonesia,” ujar Kepala BPOM.
Ketua DWP BPOM, Elfi Ikrar pun menyatakan hal yang serupa. Menurut Elfi, perempuan seringkali terlibat dalam mengambil keputusan, termasuk dalam memilih obat dan makanan bagi dirinya maupun keluarganya. Oleh karena itu, perempuan yang berdaya adalah perempuan yang memiliki pengetahuan, mampu berpikir kritis, dan dapat mengambil keputusan yang tepat. Perempuan berdaya tidak mudah terpengaruh oleh tren, tetapi mampu memilah mana yang aman dan mana yang berisiko.
“Kehadiran para finalis Puteri Indonesia di sini tidak hanya sebagai representasi perempuan muda Indonesia yang cerdas dan inspiratif, tetapi juga sebagai calon Duta Obat dan Makanan Aman. Dengan mengedepankan nilai 3B—Brain, Beauty, dan Behavior, Putri Indonesia bukan hanya menjadi simbol kecantikan, tetapi juga agen perubahan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya keamanan obat dan makanan,” ujar Elfi.
Pada kesempatan tersebut, turut dilakukan Pengukuhan Duta Obat dan Makanan Aman kepada Puteri Indonesia antara lain: Rahmidawati Aldi asal Aceh, Luis Sovice Mindayo Mahuze asal Papua Selatan, Nilam Onasis Sahputri asal Kalimantan Utara, Nanda Aprianti Arief asal Sulawesi Selatan, dan Kieran Puti Paloma Dyonitha asal Nusa Tenggara Barat.
Kepala BPOM berpesan kepada Duta Obat dan Makanan Aman dapat memperluas jangkauan edukasi masyarakat. Finalis Puteri Indonesia yang berasal dari seluruh Indonesia adalah perpanjangan tangan BPOM dengan menjadi duta edukasi dan pemberdayaan masyarakat serta komunitas masing-masing.
“Pembekalan yang diterima pada hari ini di BPOM makin membuka pengetahuan dan wawasan terkait keamanan obat dan makanan sebagai bekal mengedukasi publik dengan informasi yang benar, jelas, dan tidak menyesatkan.” pungkas Taruna Ikrar.
Taruna melanjutkan bahwa urgensi BPOM berkolaborasi dengan berbagai organisasi dan komunitas adalah untuk meningkatkan perannya dalam konteks pengawasan obat dan makanan. “Adek-adek Puteri Indonesia dapat memahami dan mematuhi Peraturan BPOM Nomor 16 Tahun 2025 tentang Pengawasan Sediaan Farmasi dan Pangan Olahan melalui Peran Serta Masyarakat, dapat melakukan prinsip-prinsip dasar dalam memilih produk yang aman Cek KLIK (Cek Kemasan, Label, Izin Edar, dan Kedaluwarsa), serta memanfaatkan platform media sosial secara bijak untuk melakukan edukasi,” lanjutnya.
Ketua Panitia Pemilihan Puteri Indonesia, Kusuma Ida Anjani menyampaikan rasa terima kasihnya kepada BPOM yang secara kontinyu dilakukan setiap tahun bekerja sama dengan YPI. “Semoga [kami] dapat terus belajar banyak hal, menginspirasi perempuan Indonesia, sebagai influencer dan figur publik dengan pengaruh positif serta jejaring luas turut membentuk preferensi masyarakat untuk memilih produk obat dan makanan,” ujar Ida Anjani.
Melalui forum ini, BPOM mengajak para perempuan Indonesia mampu menjadi pilar kesehatan keluarga dengan menjadi pribadi yang cerdas, tangguh, dan berdaya. Perempuan berdaya bukan hanya menginspirasi, tetapi juga melindungi dan menguatkan generasi. (HM-Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
