Bogor, Jawa Barat – BPOM berkomitmen untuk terus mendukung berbagai upaya ketahanan kesehatan nasional serta mendorong inovasi di bidang kefarmasian. Hal tersebut ditunjukkan melalui partisipasi BPOM pada agenda internasional The 6th International Conference on Pharmaceutical Sciences and Military Pharmacy (ICOPMAP) 2026. Acara ini diselenggarakan oleh Fakultas Farmasi Militer Universitas Pertahanan Republik Indonesia (Unhan) bekerja sama dengan Asosiasi Farmasi Militer Indonesia di Kampus Bela Negara, Sentul pada 25—26 September 2026.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala BPOM Taruna Ikrar menjadi salah satu keynote speaker dan berkesempatan menyampaikan paparannya pada hari kedua kegiatan, Sabtu (26/9/2026). Taruna membawakan paparan dengan topik “Advancing National Health Security: The Synergy of Regulatory Excellence, Pharmaceutical Innovation, and Global One Health Resilience”.
Taruna menyoroti tantangan kesehatan global yang semakin kompleks serta pesatnya pergeseran paradigma obat ke arah precision medicine, bioteknologi, hingga terapi gen dan sel. Ia menegaskan bahwa penguatan sistem regulasi obat berbasis sains (regulatory science) merupakan fondasi utama dalam menjamin keamanan, khasiat, dan mutu produk kefarmasian guna mendukung ketahanan kesehatan nasional.
“BPOM terus berkomitmen untuk memperkuat sinergi Academia-Business-Government (ABG), serta mengadopsi standar regulasi internasional untuk mendorong kemandirian industri farmasi dalam negeri dan memastikan akses obat yang aman serta terjangkau bagi masyarakat,” paparnya.
Lebih lanjut, Kepala BPOM mengapresiasi Unhan sebagai perguruan tinggi yang memiliki posisi penting dalam mengembangkan perspektif baru ketahanan kesehatan sebagai salah satu komponen fundamental dalam sistem pertahanan negara modern. “Masa depan pertahanan tidak hanya berbicara tentang kekuatan alutsista. Kita juga harus berbicara tentang ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, kemandirian obat, kemampuan bioteknologi, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi,” urai Taruna.
Melalui momen kolaboratif the 6th ICOPMAP 2026, Taruna berharap agar semakin banyak kolaborasi penelitian dan inovasi yang lahir serta dapat diterjemahkan menjadi produk farmasi dan teknologi kesehatan yang dilahirkan dari dalam negeri. Hal ini dikarenakan, menurut Taruna lagi, Indonesia memiliki sumber daya manusia, biodiversitas, kapasitas akademik, dan potensi kemampuan industri yang besar.
Ketika Indonesia mampu meneliti, mengembangkan, memproduksi, dan mengawasi obat serta teknologi kesehatannya sendiri, pada saat itulah kita bukan hanya sedang membangun sistem kesehatan yang kuat, tetapi juga sedang memperkuat kedaulatan dan pertahanan bangsa,” tukas Taruna.
Mengusung tema besar “Global Perspectives on One Health with Pharmaceutical Sciences and Military Pharmacy”, konferensi internasional ini menjadi wadah kolaborasi ilmiah untuk merespons berbagai ancaman kesehatan global dan ketahanan rantai pasok obat. Selain itu, kegiatan ini juga membahas mengenai penerapan konsep One Health yang menghubungkan kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan.
Di hari pertama, Jumat (25/9/2026), kegiatan resmi dibuka oleh Rektor Unhan Letnan Jenderal TNI (Purn.) Anton Nugroho. Dalam sambutannya, Anton menekankan pentingnya sinergi interdisipliner antara sains kefarmasian sipil dan militer untuk memperkuat respons terhadap krisis kesehatan serta pertahanan biologi (biodefence).
Selama 2 hari, kegiatan ini dihadiri oleh jajaran tinggi dari berbagai instansi pemerintah, akademisi, dan organisasi global. Turut berpartisipasi antara lain Wakil Menteri Kesehatan RI Benjamin Paulus Octavianus, President of International Pharmaceutical Federation (FIP) Military Pharmacy Commander Sylvain Grenier, Perwakilan WHO Indonesia, dan Dekan Fakultas Farmasi Militer Unhan Yahdiana Harahap. Dalam kegiatan tersebut, beberapa industri farmasi serta pimpinan dan peneliti dari universitas terkemuka dunia, seperti Kyoto University, National University of Singapore (NUS), University College London (UCL), dan Institut Teknologi Bandung (ITB) turut hadir. Konferensi ini dihadiri dan diikuti pula oleh ratusan peserta dari unsur dosen, peneliti, apoketer industri/klinis, praktisi farmasi militer, mahasiswa, hingga kadet mahasiswa Unhan.
Secara garis besar, rangkaian kegiatan ICOPMAP ke-6 diisi dengan penyampaian keynote speech, workshop, plenary session, talk show bertema kolaborasi kefarmasian lintas sektor, dan scientific session yang menghadirkan pakar dari kancah internasional. Selain juga menjadi ajang presentasi makalah ilmiah dalam bentuk oral & poster presentation oleh para peneliti dan kadet mahasiswa.
Dari BPOM, ikut hadir secara langsung di lokasi adalah Direktur Registrasi Obat, yang sekaligus saat itu menjadi Pelaksana Harian (Plh.) Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif BPOM Tri Asti Isnariani. Kehadiran BPOM di dalam kegiatan ini memberikan penegasan atas dukungan penuh BPOM terhadap penguatan kapasitas dan ketahanan kefarmasian nasional. Partisipasi aktif ini juga mengukuhkan peran BPOM, tidak hanya sebagai lembaga pengawas obat dan makanan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mengawal inovasi sains kefarmasian dan memperkuat benteng ketahanan kesehatan bangsa. (HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
