Jakarta – BPOM kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat sistem keamanan pangan nasional sekaligus menciptakan iklim investasi yang kondusif. Komitmen ini ditunjukkan melalui partisipasinya pada Executive Roundtable Discussion bertajuk “Strengthening Indonesia’s Competitiveness through Investment, Trade Facilitation, and Regulatory Frameworks” yang diselenggarakan oleh US-ASEAN Business Council (USABC) di The Ritz-Carlton Jakarta, Rabu (10/6/2026).
Forum ini menjadi ajang strategis untuk mempertemukan Pemerintah Indonesia dengan pelaku usaha Amerika Serikat dalam membahas peluang penguatan kerja sama di sektor pangan dan pertanian. Diskusi berfokus pada upaya meningkatkan daya saing Indonesia melalui fasilitasi perdagangan, investasi, serta penguatan kerangka regulasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan paparan melalui video virtual bertajuk “Ensuring Food Safety and Regulatory Excellence”. Dalam paparan tersebut, Taruna Ikrar menekankan bahwa sistem pengawasan keamanan pangan yang kuat dan regulasi yang kredibel merupakan fondasi penting bagi peningkatan daya saing Indonesia di tingkat global. Menurutnya, regulasi yang efektif tidak hanya memberikan perlindungan kepada masyarakat, tetapi juga meningkatkan kepercayaan investor dan memperlancar arus perdagangan yang aman dan berkelanjutan.
Dalam sesi diskusi, BPOM, diwakili oleh Direktur Registrasi Pangan Olahan Sintia Ramadhani, turut bergabung sebagai panelis bersama narasumber dari Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Perdagangan, dan Badan Karantina Indonesia. Berbagai isu strategis dibahas, mulai dari penyelarasan regulasi, peningkatan efisiensi proses perizinan, hingga penguatan kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta untuk mempercepat pertumbuhan sektor pangan dan pertanian.
Sejumlah perwakilan industri juga menyampaikan apresiasi atas langkah-langkah BPOM dalam mendukung percepatan proses registrasi pangan olahan dengan tetap mempertahankan standar keamanan dan mutu pangan. Pendekatan tersebut dinilai mampu memberikan kepastian bagi dunia usaha sekaligus menjaga perlindungan konsumen.
Partisipasi BPOM dalam forum ini mencerminkan komitmen untuk terus mendorong terciptanya ekosistem regulasi yang adaptif, transparan, dan berorientasi pada pelayanan. Ke depan, BPOM melalui Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat akan terus memperkuat komunikasi dengan USABC serta meningkatkan koordinasi dengan kementerian/lembaga terkait lainnya guna mendukung implementasi kebijakan yang sejalan dengan kepentingan nasional. Koordinasi ini juga diperlukan untuk mendorong peningkatan investasi di sektor pangan. Melalui sinergi yang semakin erat antara pemerintah dan dunia usaha, Indonesia diharapkan mampu memperkuat daya saing sektor pangan nasional sekaligus mewujudkan sistem keamanan pangan yang berstandar global. (KS-PS)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
