Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar meresmikan fasilitas Gedung Indonesia Biotechnology Innovation (Inabio) di PT Harsen Laboratories (PT Harsen) pada Kamis (24/7/2025). Gedung Inabio merupakan fasilitas yang difokuskan sebagai research center untuk pengembangan dan produksi produk biologi.
Peresmian Gedung Inabio ditandai secara simbolis dengan penandatanganan prasasti oleh Kepala BPOM. Penandatanganan disaksikan juga oleh jajaran pimpinan PT Harsen, Konsultan Bisnis PT Harsen Sampurno, serta Komandan Rayon Militer (Danramil) 03/Pasar Rebo Ciracas Mayor Inf. Nawawi Afandy dan Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ciracas Kompol Rohmad Supriyanto. Sebelumnya, Kepala BPOM meninjau langsung sarana prasarana Gedung Inabio, didampingi oleh Managing Director PT Harsen Elsyeida Napitupulu.
PT Harsen merupakan salah satu industri farmasi yang telah mengantongi sertifikat Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) dan izin edar produk obat. Fokus produksinya adalah untuk produk hormon dan kontrasepsi, serta obat lainnya seperti produk non-betalaktam dan antibiotik, yang telah diekspor ke 37 negara sejak tahun 2022. Kepala BPOM mengapresiasi PT Harsen dalam upaya memperluas cakupan produksinya pada produk biologi.
Produk biologi saat ini menjadi fokus investasi industri farmasi global. Potensi pasarnya besar sebagai pilihan terapi di masa depan dengan nilai pasar produk biologi global mencapai USD461,74 miliar atau lebih dari 7.500 triliun pada tahun 2022 dan diproyeksikan mencapai USD1.009,37 miliar pada tahun 2030.
Dalam sambutannya, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa produk biologi akan terus mengalami perkembangan pesat di masa mendatang. Jumlah produksi saat ini pun sudah mencapai 65% dari total produk farmasi yang beredar di pasaran.
“Jika PT Harsen mau lebih cepat berkembang, maka harus lebih diperkuat pengembangan produk biologinya, lebih spesifik ke produk-produk yang berbasis RNA, DNA, dan terapi genetik yang di Indonesia masih sangat jarang,” tutur Taruna Ikrar.
Namun tidak hanya itu, hal yang juga perlu menjadi perhatian adalah bahwa pengembangan produk biologi memiliki banyak tantangan. Proses pengembangannya jauh lebih kompleks dibandingkan produk farmasi konvensional dan pengendalian perlu dilakukan secara ketat dan sistematis.
“Kami harap PT Harsen mampu menyesuaikan diri dengan tantangan yang ada. Tidak hanya dalam hal infrastruktur dan teknologi produksi, tetapi juga dalam hal kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku serta kesiapan dokumentasi teknis yang mendalam,” urai Taruna Ikrar.
Dengan telah diresmikannya fasilitas Inabio, Taruna Ikrar berharap PT Harsen dapat membantu upaya pemerintah untuk mempercepat kemandirian farmasi di dalam negeri. Selain dengan pengembangan pusat riset obat baru, juga dengan memperkuat kerja sama global.
“Karena upaya ini butuh jaringan dan kolaborasi dengan semua pihak. Kita gunakan konsep ABG, tidak hanya dengan pemerintah dan antar pelaku usaha. Kami juga berharap PT Harsen menggandeng akademisi dalam pengembangannya,” lanjut Taruna.
Kepala BPOM kembali menegaskan komitmen BPOM untuk terus mengawal pengembangan produk inovatif yang dilakukan baik oleh PT Harsen maupun industri farmasi lainnya. BPOM akan mengupayakan dukungan, terutama dalam percepatan akses terhadap obat inovatif melalui percepatan timeline registrasi obat inovasi dari 120 hari kerja (HK) menjadi 90 HK dengan mekanisme reliance.
President Director PT Harsen Haryoseno menyampaikan apresiasinya atas dukungan yang diberikan BPOM dalam mengawal industrinya untuk menyediakan produk yang memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu. Ia berharap dapat ikut berkontribusi dalam mendorong pengembangan produk biologi yang berkualitas di Indonesia dan upaya kemandirian farmasi dalam negeri.
“Pertemuan hari ini kami harap juga menjadi titik awal dari sinergi yang lebih kuat antara PT Harsen dengan BPOM,” tutur Haryoseno.
Mengakhiri kegiatan, Kepala BPOM melakukan prosesi penanaman pohon sawo kecik di halaman kawasan produksi PT Harsen. Penanaman dilakukan bersama dengan President Director PT Harsen, Managing Director PT Harsen, serta Danramil 03 Pasar Rebo/Ciracas, dan Kapolsek Ciracas yang masing-masing menanam pohon jambu klutuk, jamblang, dan rambutan. Penanaman ini menjadi simbol komitmen bersama untuk melestarikan lingkungan hidup. (HM-Herma)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
