Padang - Kepala BPOM Taruna Ikrar memberikan inspiring lecture/kuliah inspirasi (kulinspirasi) di Convention Hall Universitas Andalas (Unand), Jumat (6/2/2026). Kulinspirasi diikuti oleh ratusan peserta mahasiswa Unand beserta mahasiswa dari beberapa perguruan tinggi di wilayah di Sumatra Barat, yaitu Universitas Nasional Padang (UNP), Politeknik Negeri Padang, Universitas Bung Hatta, Universitas Baiturrahmah, Universitas Muhammadiyah Sumatra Barat, Universitas Dharma Andalas, Universitas Ekasakti, Universitas Perintis Indonesia, serta Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi.
Kulinspirasi ini dihadiri langsung oleh Rektor Unand Efa Yonnedi, Wakil Rektor I Unand Syukri Arief, Wakil Rektor III Unand Hefrizal Handra, Wakil Rektor IV Unand Henmaidi, beserta sivitas akademika Unand lainnya. Turut hadir dalam kegiatan ini yaitu Ketua Dharma Wanita Persatuan BPOM Elfi Taruna Ikrar; Ketua Dharma Wanita Persatuan Unand Laila Isrona; Deputi Bidang Pengawasan Obat, Narkotika, Psikotropika, Prekursor, dan Zat Adiktif (Deputi 1) BPOM William Adi Teja, serta Kepala Balai Besar POM di Padang Martin Suhendri.
Melalui pemaparannya, Taruna Ikrar mendorong Unand untuk meningkatkan statusnya sebagai universitas kelas dunia atau world class university (WCU). WCU merupakan status bagi perguruan tinggi yang diakui secara global karena keunggulannya dalam pendidikan, riset, dan kontribusi nyata bagi masyarakat. Status ini tidak hanya ditentukan oleh peringkat internasional. Namun, dinilai juga dari dampak berkelanjutan yang dihasilkan bagi ilmu pengetahuan, industri, dan pembangunan global.
“Konsep world class university (WCU) hadir bukan sekadar sebagai target peringkat global, melainkan sebagai kerangka berpikir untuk membangun perguruan tinggi yang unggul, relevan, dan berdaya saing,” ucap Taruna Ikrar dalam pidatonya.
Taruna Ikrar menambahkan, WCU menekankan pentingnya tata kelola yang kuat, riset berbasis sains, kolaborasi lintas sektor, serta kemampuan menghasilkan dampaknya bagi pembangunan nasional dan global melalui inovasi dan kreativitas. Dari proses tersebut diharapkan universitas dapat menghasilkan produk lokal Indonesia memiliki daya saing dan daya tarik global, apabila dikelola dengan kualitas, inovasi, dan standar yang tepat.
“Rendang adalah contoh nyata kuliner tradisional Indonesia mampu diakui dunia. Dalam daftar 100 Best Rated Dishes with Coconut versi Taste Atlas Awards 2025, rendang resmi dinobatkan sebagai hidangan berbahan dasar kelapa terbaik di dunia. Keberhasilan rendang menembus pasar Eropa menegaskan bahwa produk lokal dapat bersaing secara internasional, asalkan memenuhi standar mutu, keamanan, dan regulasi global.” ujar Taruna Ikrar.
Kepala BPOM menitahkan bahwa inovasi yang berasal dari kampus dapat membawa impact ke dunia nyata. Mahasiswa menjadi aktor utama inovasi dan kewirausahaan. Riset tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah, tetapi harus bergerak menuju solusi nyata yang dirasakan masyarakat. Setiap riset mahasiswa adalah peluang inovasi, mulai dari hilirisasi sejak di kampus, berani berinovasi, dan berdampak nyata bagi masyarakat sehingga melalui ekosistem yang tepat, kampus dapat melahirkan para inovator, founder, dan problem solver.
“Bagi perguruan tinggi, termasuk Unand, ini menjadi peluang strategis untuk menghubungkan riset, inovasi, dan kewirausahaan agar produk lokal dapat naik kelas dan berdampak global. WCU yang sesungguhnya dapat memberdayakan mahasiswa untuk mengubah ide menjadi inovasi tepercaya yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan dunia,” tukas Taruna Ikrar.
Kepala BPOM menyatakan akan membuka peluang bagi Unand untuk berkolaborasi strategis agar memberikan dampak dan manfaat nyata bagi dunia. Kolaborasi yang dimaksud meliputi pengembangan dan/atau peninjauan kurikulum pembelajaran agar selaras dengan kebutuhan regulasi, perkembangan ilmu pengetahuan, serta tantangan global di bidang pangan dan kesehatan. Selain itu, kolaborasi juga dapat dilakukan dalam bentuk penyelenggaraan pelatihan, kegiatan, diseminasi, workshop, dan seminar sebagai sarana peningkatan kompetensi bagi mahasiswa, dosen, dan pemangku kepentingan terkait.
Kolaborasi lainnya yang bisa dilakukan adalah pendampingan dan supervisi bagi mahasiswa melalui program magang atau penempatan lapangan, khususnya untuk mendukung pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) pangan olahan agar mampu memenuhi standar keamanan dan mutu produk. Dalam hal ini, BPOM dapat memfasilitasi sertifikasi kompetensi bagi fasilitator keamanan pangan sebagai upaya memastikan tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang profesional dan berstandar nasional maupun internasional.
Melalui kemitraan ini, Kepala BPOM berharap agar BPOM dan Unand dapat mendorong inovasi, memperkuat kesehatan masyarakat, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global. “Sejalan dengan semangat tersebut, kolaborasi ini membawa pesan “from Unand to the world: innovation with integrity, impact, and global trust,” tutup Taruna Ikrar.
Dalam kesempatan tersebut, Rektor Unand Efa Yonnedi memberikan apresiasi atas kehadiran Kepala BPOM untuk berbagi mengenai pengalaman akademik dan konsep kolaborasi yang implementatif bagi kampus untuk meningkatkan kualitas dari proses akademik, serta lulusan dan kontribusinya bagi masyarakat. “Saya mengajak para mahasiswa dan sivitas akademika untuk meneladani semangat beliau [Kepala BPOM] dan tidak pernah lelah mengabdi bagi masyarakat luas,” tandasnya.
Masih dalam rangkaian kunjungannya ke Unand, Kepala BPOM menyempatkan untuk melakukan penanaman pohon, sebagaimana yang dilakukan di setiap kunjungan kerjanya. Kepala BPOM bersama dengan Rektor Unand bersama-sama menanam Pohon Andalas, yang dilakukan di taman jalur masuk 2 di Kampus Unand.
Pohon Andalas merupakan pohon endemik Sumatra yang melambangkan ketangguhan, ketahanan, dan kearifan lokal masyarakat Minangkabau. Penanaman pohon ini menyiratkan pertumbuhan ilmu pengetahuan yang kokoh, yang mengakar kuat pada nilai dan budaya lokal. Selain itu, ini menjadi simbol kontribusi BPOM dan Unand dalam menjaga keberlanjutan ekosistem di wilayah Sumatra Barat. (HM-Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
