Jakarta – Kepala BPOM Taruna Ikrar menyampaikan penyegaran rohani kepada para pegawai BPOM dan jemaah Masjid As-Salam melalui kultum yang disampaikannya pada Rabu (25/2/2026). Dalam kesempatan tersebut, Taruna Ikrar menjelaskan bahwa puasa di bulan Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi menjadi instrumen spiritual sekaligus sarana menjaga kesehatan tubuh.
Kewajiban berpuasa yang disyariatkan dalam Islam bertujuan membentuk pribadi bertakwa, yakni hamba yang meyakini kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan sehingga setiap tindakan dilandasi keimanan. Dalam ajaran Islam, Ramadan disebut sebagai bulan penuh kemuliaan. Disebutkan bahwa ketika Ramadan tiba, pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, dan setan-setan dibelenggu.
Kepala BPOM menyebut momentum Ramadan diyakini sebagai kesempatan besar bagi umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadah serta mendekatkan diri kepada Allah. Lebih lanjut, Taruna menerangkan bahwa puasa bukan hanya diwajibkan kepada umat Nabi Muhammad SAW, tetapi juga kepada umat-umat terdahulu. Hal ini menunjukkan bahwa puasa merupakan instrumen Ilahiah yang memiliki dimensi spiritual dan kemanusiaan yang universal.
Dari sisi kesehatan, puasa memberikan dampak positif bagi tubuh. Sebagai seorang ilmuwan di bidang kedokteran, Taruna mengungkap manfaat puasa secara medis yakni dalam sistem glikolisis dan autofagi. Setelah sekitar 8 jam makanan diproses tubuh, cadangan energi mulai digunakan melalui proses yang dikenal sebagai glikolisis.
“Dalam rentang waktu puasa sekitar 14 jam, tubuh memanfaatkan simpanan glukosa dan lemak yang tertumpuk di berbagai organ sebagai sumber energi. Proses ini membantu mengurangi kelebihan glukosa dan lemak yang berpotensi menjadi sumber penyakit. Lemak yang tersimpan akan dipecah menjadi energi sehingga tubuh menjadi lebih seimbang dan metabolisme lebih optimal,” jelas Taruna.
Selain itu, puasa juga berkaitan dengan proses autofagi, yakni mekanisme alami tubuh dalam membersihkan sel-sel rusak dan meregenerasi sel baru. Regenerasi sel yang berlangsung secara berkala ini membuat tubuh terasa lebih segar, terutama bagi mereka yang menjalankan puasa secara konsisten selama sebulan penuh.
Menutup kultumnya, Taruna menggarisbawahi secara spiritual bahwa puasa yang dijalankan dengan iman dan ketakwaan mendatangkan ampunan dosa dan pahala yang berlipat ganda. Karena itu, Ramadan menjadi momentum penting untuk memaksimalkan ibadah, memperkuat ketauhidan, serta menjaga kesehatan fisik dan mental. “Puasa yang dijalankan secara benar tidak hanya membersihkan jiwa, tetapi juga menyehatkan tubuh, sehingga melahirkan pribadi yang lebih kuat,” tutupnya. (HM-Fathan)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
