Pastikan Keamanan Produk Pangan, Kepala BPOM Tinjau Sarana Produksi dan Uji Kepatuhan Industri di Jawa Timur

24-10-2025 Kerjasama dan Humas Dilihat 1046 kali Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

Surabaya – Masih dalam agenda kunjungan kerjanya di Jawa Timur, pada hari ini, Kamis (23/10/2025), Kepala BPOM Taruna Ikrar melakukan monitoring dan evaluasi (monev) ke fasilitas produksi Wings Group dan JAPFA Group. Kepala BPOM didampingi Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan (Deputi 3) Elin Herlina, Kepala Balai Besar POM di Surabaya Yudi Noviandi, dan para direktur di kedeputian 3.

Selain merupakan bagian dari pengawasan rutin BPOM terhadap industri pangan di Indonesia, monev hari ini untuk melihat langsung kepatuhan industri pangan terhadap regulasi. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari penguatan sinergi regulator dan pelaku usaha dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan. Peran BPOM tidak hanya sebagai pengawas namun juga mitra strategis industri.

Pada kunjungan pertama di Wings Group di Gresik, Kepala BPOM beserta jajaran disambut hangat oleh para petinggi board of director PT Karunia Alam Segar Yos Kurniadi Tanoyo dan Ricky Tjahjono beserta jajaran. PT Karunia Alam Segar yang merupakan anak perusahaan dari  Wings Group ini bergerak dibidang pengolahan makanan dan minuman instan.

‎Kepala BPOM dalam sambutannya menyampaikan bahwa dengan menembus pasar global, Wings Group secara nyata mendukung agenda pemerintah untuk meningkatkan daya saing ekspor menuju Indonesia Emas 2045. BPOM berperan aktif memfasilitasi hal tersebut dengan menerbitkan Surat Keterangan Ekspor (SKE) sebagai jaminan produk telah memenuhi standar mutu dan keamanan pangan.

Lebih lanjut, Taruna Ikrar berikan apresiasi kepada Wings Group sebagai Orang Tua Angkat (OTA) usaha mikro kecil, dan menengah (UMKM) pangan untuk membantu UMKM dapat naik kelas. Secara khusus, Taruna mengharapkan dukungan Wings Group untuk menjadi OTA UMKM pangan di wilayah Indonesia timur serta program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BPOM meninjau langsung ke alur fasilitas produksi mi instan mulai dari penyimpanan bahan baku, proses produksi, sampai pengemasan mi instan ke dalam kemasan primer dan sekunder. Kepala BPOM juga berdiskusi langsung dengan pegawai di site tersebut untuk mengetahui proses produksi secara rinci. 

Terkait kunjungan ini, pihak Wings Group Ricky Tjahjono menyampaikan bahwa, “Kami selaku pelaku industri menganggap BPOM sebagai orang tua. Dan, kami anaknya yang selalu mengharapkan bimbingan dan arahan. Sebagai anak yang baik kita juga pasti taat akan regulasi yang telah ditentukan oleh BPOM”.

Pada kunjungan selanjutnya di PT So Good Food (JAPFA Group), Sidoarjo, Kepala BPOM beserta jajaran meninjau fasilitas penerimaan bahan baku, alur produksi, dan pengemasan produk di area JAPFA Group. PT So Good Food (JAPFA Group) merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri makanan dan minuman. Direktur JAPFA Rachmat Indrajaya dan Direktur PT So Good Food Ahmad Komara menyambut dan mendampingi Kepala BPOM melakukan peninjauan ke fasilitas produksi produk sosis ayam dan sapi.

Kepala BPOM menyampaikan harapannya kepada pelaku industri pangan olahan nasional agar berfokus pada 4 aspek utama yang harus diperhatikan dalam penyediaan pangan olahan. Keempat aspek tersebut mencakup keamanan dan kualitas produk; kontribusi ekonomi dan pangan lokal; daya saing global; serta keberlanjutan.

“Kami mendorong PT So Good Food, untuk terus memperluas pasar internasional dengan meningkatkan ekspor produk. Pastikan untuk memenuhi regulasi dan standar negara tujuan ekspor. Industri agar juga membangun kewaspadaan serta siap mengantisipasi isu-isu keamanan pangan global,” tambahnya.

Produsen pangan memegang tanggung jawab utama dalam memastikan keamanan dan mutu produknya. Produsen wajib memenuhi cara produksi pangan olahan yang baik (CPPOB) serta seluruh persyaratan yang ditetapkan, termasuk perizinan, sertifikasi, dan standar kandungan gizi untuk menjamin produk aman sebelum diedarkan.

Rachmat Indrajaya dan Ahmad Komara menjelaskan langkah-langkah serta inovasi yang dilakukan untuk menjamin kualitas produk, termasuk penerapan prinsip pangan yang aman, sehat, utuh, dan halal (ASUH). Tidak hanya menjamin keamanan pangan, PT So Good Food juga memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan dengan mengajak Kepala BPOM untuk melakukan penanaman pohon di sekitar area pabrik. Keduanya berharap, kunjungan ini diharapkan dapat memperkuat kerja sama dengan BPOM dalam menghadirkan produk pangan beku yang aman, bergizi, dan tepercaya bagi masyarakat Indonesia.

Taruna Ikrar menambahkan bahwa keamanan pangan produk siap santap harus lebih diperhatikan dibandingkan jenis produk lain. Oleh karena produk dikonsumsi langsung tanpa pemasakan tambahan, setiap tahapan produksi harus benar-benar terjamin. Mulai dari pemilihan bahan baku, proses pengolahan, hingga distribusi. PT So Good Food agar selalu memastikan penerapan praktik yang baik untuk menjamin keamanan pangan di setiap rantai pangan produknya.

Ia menegaskan kembali bahwa industri pangan merupakan garda terdepan ketahanan pangan bangsa. “Mari jadikan setiap produk yang dihasilkan tidak hanya sebagai komoditas bisnis, tetapi sebagai investasi kesehatan dan masa depan untuk generasi unggul Indonesia,” tegasnya. 

Dalam kunjungan ke Jawa Timur ini, Kepala BPOM mencontohkan langsung kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan hidup dengan melakukan penanaman pohon di Balai Besar POM di Surabaya, area PT Karunia Alam Segar di Gresik, dan area PT So Good Food di Sidoarjo. Penanaman pohon ini bukan sekadar simbolis, melainkan bentuk kepedulian pelestarian lingkungan. Dengan aksi nyata ini, maka semua pihak termasuk industri turut berkontribusi menjaga keberlanjutan bumi di tengah ramainya isu pemanasan global. (HM-Rahman) 

 

Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat

 

Berita Terkait

Bagikan:

Klik disini untuk chat via WhatsApp!+
Sarana