Padang — BPOM mewakili pemerintah menunjukkan komitmen nyata dalam membantu masyarakat terdampak bencana banjir di Sumatra Barat melalui program BPOM Peduli Kemanusiaan Tahun 2025. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala BPOM Taruna Ikrar dalam rangkaian kegiatan kemanusiaan yang berlangsung pada 20–21 Desember 2025 di Kabupaten Solok dan Kota Padang.
Dalam sambutannya, Kepala BPOM menyampaikan duka cita mendalam atas bencana banjir besar yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Barat dan mengakibatkan ratusan korban jiwa, ribuan rumah rusak, serta kerusakan signifikan pada fasilitas umum dan kesehatan. “BPOM hadir tidak hanya sebagai pemerintah dan institusi pengawas obat dan makanan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab moral dan kemanusiaan untuk saling membantu sesama saudara di saat sulit,” ujar Taruna Ikrar.
Penyerahan bantuan dilakukan pada Sabtu (20/12/2025) di Posko Penampungan Kabupaten Solok dan dilanjutkan dengan kunjungan ke Instalasi Farmasi Kabupaten (IFK) Solok yang terdampak banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Batang Lembang. Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPOM menyerahkan bantuan obat-obatan serta melakukan pemasangan rak obat secara simbolis guna mendukung pemulihan layanan kefarmasian yang sempat terganggu.
Melalui penggalangan donasi sejak 29 November 2025, BPOM Peduli Kemanusiaan berhasil menghimpun dana sebesar kurang lebih Rp677 juta. Donasi ini berasal dari pegawai BPOM serta dukungan eksternal dari perusahaan, asosiasi, dan perorangan. Selain itu, bantuan dalam bentuk makanan, minuman, suplemen kesehatan, dan obat-obatan dengan nilai keekonomian lebih dari Rp884 juta turut disalurkan kepada masyarakat terdampak di berbagai kabupaten dan kota di Sumatra Barat.
Kepala BPOM menegaskan bahwa bantuan ini merupakan wujud solidaritas dan kolaborasi lintas sektor. “Kami mengapresiasi dukungan para mitra dan donatur yang telah bergandengan tangan bersama BPOM. Sinergi ini membuktikan bahwa kepedulian bersama dapat mempercepat pemulihan masyarakat pascabencana,” ungkapnya.
Selain untuk masyarakat umum, BPOM juga memberikan perhatian kepada pegawai yang terdampak bencana banjir di Sumatra Barat melalui penyaluran bantuan tunai kepada 17 pegawai di Balai Besar POM di Padang dan Balai POM di Payakumbuh. Upaya ini diharapkan dapat membantu pemulihan kondisi personal sekaligus menjaga keberlangsungan pelayanan publik.
Rangkaian kegiatan kemanusiaan BPOM ditutup pada Minggu (21/12/2025) dengan penanaman Pohon Andalas di Balai Besar POM di Padang, dilanjutkan pembinaan dan dialog bersama pegawai. Pohon Andalas, yang merupakan maskot Provinsi Sumatra Barat, dipilih sebagai simbol kekuatan, ketahanan, dan semangat bangkit masyarakat Minangkabau. “Penanaman ini menjadi simbol harapan dan keteguhan, bahwa dari musibah kita dapat tumbuh lebih kuat dan bersatu,” tutur Taruna Ikrar.
Melalui BPOM Peduli Kemanusiaan, BPOM menegaskan komitmennya untuk terus hadir mendampingi masyarakat. Tidak hanya hadir dalam bentuk pengawasan obat dan makanan, tetapi juga melalui aksi nyata kemanusiaan demi pemulihan dan ketahanan bangsa. (HM-Khairul)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
