Jakarta - BPOM menggelar rangkaian kegiatan capacity building untuk Badan Otoritas Keamanan Pangan Bangladesh/Bangladesh Food Safety Authority (BFSA), Selasa (8/7/2024). Pelatihan yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kompetensi pejabat Bangladesh mengenai Sistem Keamanan Pangan (Food Safety System) diikuti oleh 16 anggota delegasi yang terdiri dari pejabat tinggi dan kepala lembaga pemerintahan Bangladesh.
Kegiatan ini merupakan bentuk dukungan BPOM untuk penguatan inspeksi, regulatori, dan koordinasi bagi pejabat dan staf BFSA yang terlaksana sebagai hasil kolaborasi antara BPOM dengan Japan International Cooperation Agency (JICA). Juga didukung oleh South-East Asia Food and Agricultural Science and Technology (SEAFAST) – Institut Pertanian Bogor (IPB).
Sebagai otoritas pengawasan obat dan makanan yang independen di Indonesia, BPOM memastikan kualitas keamanan dan mutu obat dan makanan, serta efikasi produk obat yang meliputi obat-obatan, produk biologi, dan obat-obatan tradisional. BPOM sangat berkomitmen untuk memberdayakan konsumen agar berpartisipasi aktif dalam pengendalian keamanan obat dan makanan.
BPOM pernah melaksanakan program pelatihan dan capacity building yang diinisiasi oleh program Kerja sama Selatan-Selatan. “BPOM telah berhasil menyelenggarakan program-program ini di beberapa negara, termasuk Bangladesh, Nepal, Kenya, Tanzania, Palestina, dan Timor-Leste. Inisiatif ini dapat membantu kami membagikan pengalaman dengan para ahli dari beberapa negara, mendorong pendekatan kolaboratif dalam menangani tantangan keamanan obat dan makanan di tingkat global,” ujar Plt. Kepala BPOM RI L Rizka Andalusia dalam sambutannya.
JICA memilih BPOM sebagai lokasi benchmarking untuk Bangladesh karena sistem keamanan pangan yang telah diterapkan di Indonesia saat ini adalah yang paling tepat diadopsi Bangladesh. Selain karena sistem keamanan pangan di Indonesia sesuai dengan standar internasional, terutama dalam konteks Asia.
“Kami berterima kasih atas sambutan yang baik dari BPOM terhadap kunjungan delegasi Bangladesh. Tentunya [dari kunjungan ini] dapat melakukan benchmarking mengenai sistem keamanan pangan di Indonesia serta meningkatkan kemitraan antara BFSA dengan BPOM Indonesia,” ucap Sekretaris Kabinet Bangladesh Md Mahbub Hossain.
Pada kesempatan tersebut, delegasi Bangladesh mendapatkan materi dari narasumber yang hadir, antara lain Plt. Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Ema Setyawati; Kepala Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Susan Gracia Arpan; Pakar dari SEAFAST Center, IPB University, dan IPMI International Business School Prof. Dedi Fardiaz; serta Pakar Keamanan Pangan Roy Sparringa dan Halim Nababan. Selain itu, delegasi berkesempatan meninjau langsung BPOM Operational Center (BOC), Gedung Pelayanan Publik/Athena Lantai 3 (Pelayanan Registrasi Pangan Olahan), dan site visit ke laboratorium PPPOMN serta infrastruktur lain yang mendukung sistem keamanan pangan. Kunjungan berlanjut hingga ke Balai Besar POM di Jakarta dan salah satu industri pangan di kawasan Banten (PT Indofood Fortuna Makmur).
BPOM berkomitmen penuh untuk mendukung dan siap membantu BFSA dalam menjawab kebutuhan pelatihan, mengembangkan modul pelatihan, proyek penelitian bersama, dan platform untuk saling berbagi pengetahuan antara BPOM dengan BSFA. Setelah kegiatan ini, berikutnya akan dilaksanakan kunjungan dan pelatihan batch 2 yang diikuti oleh junior officer BFSA pada 18 Juli 2024 dan batch 3 pada 1 Agustus 2024. (HM-Rizky)
Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat
