Berita Aktual

Apoteker Sebagai Penjaga Mutu Obat di Sarana Pelayanan Kefarmasian

21 Februari 2017 10:51 WIB Dilihat 8433 Kali Pusat Data dan Informasi Obat dan Makanan

Tugas apoteker, bersama dengan pemerintah adalah untuk mengajak masyarakat untuk menggunakan obat yang legal dan membeli di sarana legal, salah satunya dengan memastikan bahwa suatu obat terdaftar melalui website Badan POM ataupu Aplikasi Cek BPOM. Diatas merupakan  kalimat penutup yang disampaikan oleh Ibu Rita Endang selaku Kepala Pusat Informasi Obat dan Makanan yang mewakili Badan POM dalam acara Diskusi Panel Pharmaceutical Seminar (Phase) 83. Seminar tersebut diselenggarakan oleh Mahasiswa Profesi Apoteker Universitas Indonesia di Gedung Rumpun Ilmu Kesehatan pada Sabtu 18 Februari 2017. Diskusi panel tersebut mengusung tema “Memaksimalkan Tugas dan Peran Apoteker Dalam Memegang Tanggung Jawab Penuh Atas Pengadaan Dan Pengawasan Perbekalan Kefarmasian”. Panelis lain pada forum tersebut adalah Ibu R. Dettie Yuliati (Direktur Pelayanan Kefarmasian –Kementerian Kesehatan), Ibu Alfina (Praktisi di RSUP Fatmawati) dan Bapak Djoko Purwanto (Praktisi di Apotek Kimia Farma) dan bertindak sebagai moderator adalaha Bapak Fauzi Kasim.
Dalam paparan, Ibu Rita menyampaikan tentang beberapa peran apoteker dalam pengawasan obat dan makanan pre dan post-market dan juga KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Di Badan POM, apoteker sangat berperan dalam mengevaluasi sediaan farmasi seperti  produk Obat, Obat Tradisional, Suplemen Kesehatan, dan juga sediaan diluar itu seperti kosmetik dan pangan. Sedangkan pada pengawasan post market apoteker berperan dalam melakukan audit komprehensif dari Hulu-Hilir secara rutin dan insidentil, Pengujian sampel, Monitoring Efek Samping Obat (MESO), Monitoring Efek Samping Obat Tradisional (MESOT). Pada akhir paparan Ibu Rita juga menyampaikan bahwa Badan POM selalu berusaha menghadirkan inovasi yang dapat membantu apoteker dalam melakukan tugas pelayanan kefarmasian diantara dengan Aplikasi CekBPOM yang dapat diunduh pada perangkat berbasis android dan Aplikasi IONI mobile. Selain itu Badan POM juga akan menerapkan penggunaan 2D barcode sebagai salah satu perangkat pengawasan berbasis digital.

 

 

Pusat Informasi Obat dan Makanan