Berita Aktual

FOCUS GROUP DISCUSSION INDONESIA RISK ASSESSMENT CENTER (INARAC)

6 September 2018 11:47 WIB Dilihat 23386 Kali Pusat Riset dan Kajian Obat dan Makanan

Sejak tahun 2014, Indonesia telah memiliki forum Pengkaji Risiko Keamanan Pangan atau Indonesia Risk Assessment Center (INARAC) yang telah diresmikan oleh Menteri Kesehatan pada tanggal 20 November 2014 di Jakarta.  Forum ini dibentuk untuk memfasilitasi pool of expert (kelompok pakar) di bidang kajian risiko keamanan pangan untuk tingkat nasional, peningkatan kapasitas, serta berkomunikasi dengan pelaksana kajian risiko di masing-masing Kementerian/Lembaga.  Berdasarkan Peraturan Kepala BPOM No 26 Tahun 2017 tentang Organisasi dan Tata Kerja BPOM, maka Manajemen INARAC beralih dari Direktorat Surveilan dan Penyuluhan Keamanan Pangan menjadi di bawah koordinasi teknis Pusat Riset dan Kajian Obat dan Makanan, BPOM dan diperkuat dengan SK No. HK.04.03.73.04.18.1462 tanggal 11 April 2018 dari Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan, BPOM. 

Pada tanggal 3 September 2018, Pusat Riset dan Kajian Obat dan Makanan (PRKOM) sebagai Sekretariat Indonesia Risk Assessment Center (INARAC), BPOM telah menyelenggarakan pertemuan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Grand Mercure Kemayoran Jakarta, dalam rangka “Menggalang Komitmen Dan Koordinasi Kementerian/Lembaga Untuk Pelaksanaan Kajian Risiko Keamanan Pangan”.  Pertemuan ini dihadiri perwakilan dari FAO, WHO, K/L terkait seperti Balitbangkes Kemkes, Bappenas, BB Riset Pengolahan Produk Kelautan dan Perikanan-KKP, Balitvet Kemtan, Kemenristek-dikti, BBIA-Kemenperin, Puslit Kimia-LIPI, Puslit Biologi–LIPI, BPMB Kemendag, Sekretariat INARAC dan unit-unit terkait di BPOM 

Sekretaris Utama BPOM, Dra. Elin Herlina Apt., MP. memberikan arahan bahwa komitmen yang telah terbentuk sejak tahun 2014 harus terus ditingkatkan dan Kepala PRKOM, Dra. Sutanti Siti Namtini, Apt., Ph.D. sebagai Koordinator Manajemen INARAC menyampaikan Laporan Kegiatan yang meliputi latar belakang terbentuknya INARAC, kegiatan INARAC tahun 2014 - 2018 serta peran INARAC sebagai focal point ASEAN Risk Assessment Center (ARAC).   Narasumber antara lain Dr. Roy A. Sparringa dengan topik mengenai Penggalangan komitmen kelembagaan INARAC dan Food Safety Emerging Issues, Prof. Purwiyatno Hariyadi sebagai Vice President CODEX memaparkan peran INARAC dalam mendukung posisi Indonesia pada proses pengembangan standard di CODEX dan Prof. Dedi Fardiaz menyampaikan hasil rekomendasi Food Control System Assessment (FCSA) atau penilaian sistem pengawasan pangan oleh FAO/WHO.

Terdapat 8 rekomendasi hasil pertemuan FGD ini, yaitu (1) adanya data nasional yang dapat dimanfaatkan untuk kepentingan tingkat nasional, regional dan internasional, (2) meningkatkan koordinasi lintas sektor, (3) perlu meyakinkan Manager Risiko tentang pentingnya kajian risiko, (4) membangun dan memelihara kapasitas Manager Risiko dan Pengkaji Risiko, (5) perlu leadership, awareness raising, commitment, institutional strengthening, capacity building, coordination, communication dan cooperation, (6) dibuat roadmap kegiatan kajian risiko keamanan pangan bersama, (7) memahami dan menerapkan Sanitary and Phitosanitary (SPS), dan (8) menindaklanjut rekomendasi FCSA yaitu menyusun dokumen kategorisasi risiko untuk pangan dan usaha pangan termasuk produksi primer dan dokumen untuk penggunaan prinsip-prinsip analisis risiko dalam proses pengambilan keputusan dengan melibatkan Kementerian/Lembaga, pemerintah daerah dan akademisi.