Berita Aktual

PEMUSNAHAN BARANG BUKTI HASIL OPERASI PENINDAKAN OLEH BALAI BESAR POM DI BANJARMASIN

4 Desember 2018 10:31 WIB Dilihat 1431 Kali Balai Besar/Balai POM » Banjarmasin

Menindaklanjuti Surat Penetapan Pemusnahan yang telah diterbitkan oleh Ketua Pengadilan Negeri Kota Banjarmasin, Penyidik Pegawai Negeri Sipil Balai Besar POM di Banjarmasin melakukan  pemusnahan barang bukti hasil operasi penindakan tahun 2017. Pemusnahan tersebut disaksikan oleh Direktur Penyidikan Obat dan Makanan Badan POM, Teguh, SH, MH,Kepala Balai Besar POM di Banjarmasin Provinsi Kalimantan Selatan, Muhammad Guntur, Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Kalimantan Selatan, Brigjen Pol.Drs. Nixon Manurung, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dr.H.M.Muslim, SKM., M.Pd., Direktur Narkoba Polda Kalimantan Selatan, Bapak Wisnudan lintas sektor terkait. Adapun barang bukti yang dimusnahkanpada hari ini Selasa 4 Desember 2018 di halaman kantor BBPOM Banjarmasin yaitu lebih dari 11 juta butir tablet Obat TIE (Tanpa Izin edar) dan Obat Kadaluarsa, yang merupakan barang bukti hasil operasi penindakan Balai Besar POM di Banjarmasin selama tahun 2017.

Dalam sambutan Bapak Gubernur Kalimantan Selatan yang dibacakan oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Selatan, Dr.H.M.Muslim, SKM., M.Pd. terlihat bahwa dukungan Pemerintahan Provinsi Kalimantan Selatan terhadap pengawasan obat dan makanan yang dilakukan Badan POM sangat besar dan mengajak seluruh komponen baik instansi dan masyarakat untuk selalu memerangi Narkoba dan obat ilegal demi masa depan anak bangsa.

Adapun obat yang dimusnahkan terdiri dari 3 (tiga) macamobat TIE dan 1 (satu) macam obat kadaluarsa.Jenis obat TIE yang dimusnahkan adalah Carnophen sebanyak 7.163.600 tablet senilai lebih dari 35 miliar rupiah, Tramadol sebanyak 149.500 tablet senilai lebih dari 74 juta rupiah, Trihexyphenidyl sebanyak 4.228.900 tablet senilai lebih dari 8 miliar rupiah. Untuk obat kadaluarsa yang dimusnahkan adalah Seledryl sebanyak 318.860 tablet senilai lebih dari 31 juta rupiah. Sehingga total yang dimusnahkan adalah11.860.860 butir tablet dengan nilai keekonomian lebih dari 44 miliar rupiah.

Carnophen tablet, yang awalnya merupakan obat yang digunakan sebagai simptomatik terhadap penyakit rematik, sering disalahgunakan untuk bermabuk-mabukan termasuk oleh kalangan remaja. Untuk itu, izin edar Carnophen tablet telah dicabut dan dibatalkan melalui Keputusan Kepala Badan POM Nomor HK.00.05.1.31.3996 tanggal 27 Oktober 2009 tentang Pembatalan Persetujuan Nomor Izin Edar Carnophen Tablet; Zenzon Captab Salut Selaput 200 mg; Rheumastop Tablet dan Rheumastop Tablet Salut Selaput PT. Zenith Pharmaceutical. Salah satu kandungan Carnophen yaitu Karisoprodol berdasarkan Permenkes No. 7 Tahun 2018 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika disebutkan bahwa Karisoprodol termasuk dalam Narkotika golongan I.

Balai Besar POM di Banjarmasin terus meningkatkan pengawasan obat dan makanan melalui kerjasama dengan berbagai pihak terkait yang bertujuan untuk melindungi masyarakat dari produk yang dapat berisiko terhadap kesehatan dan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Banjarmasin