Berita Aktual

Di Akhir Tahun 2018, BPOM RI Kembali Musnahkan Produk Ilegal Senilai 2 Miliar Rupiah di Medan

27 Desember 2018 18:18 WIB Dilihat 570 Kali Humas & DSP

Medan – Jelang tutup tahun 2018, BPOM RI memusnahkan produk obat dan makanan ilegal senilai 2 miliar rupiah hasil pengawasan di 41 sarana produksi maupun distribusi oleh Balai Besar POM (BBPOM) di Medan, Kamis (27/12). Pemusnahan yang dilaksanakan di kantor BBPOM di Medan ini dihadiri Kepala BNN Provinsi Sumatera Utara, Brigjen Marsauli Siregar, Kepolisian Daerah Sumatera utara, Kejaksaan Negeri Medan, Pengadilan Tinggi Medan dan Walikota Gunung Sitoli, Lakhomizaro Zebua yang juga melakukan penandatanganan kerjasama dengan BBPOM di Medan.

 

Produk yang dimusnahkan terdiri dari 89 item (60.013 kemasan) pangan ilegal, 86 item (16.442 kemasan) obat tradisional ilegal, 73 item (3.267 kemasan) kosmetik ilegal, 70 item (512 kemasan) obat ilegal, dan 17 item (66 kemasan) bahan berbahaya.

 

Dari pengawasan BBPOM di Medan terlihat bahwa selama 3 tahun belakangan ini terjadi pelanggaran di bidang produk pangan sangat mendominasi. Hal ini ditunjukkan dengan ditindaklanjutinya 15 perkara di bidang obat dan makanan dengan nilai barang bukti 4,1 miliar didominasi oleh perkara di bidang pangan pada tahun 2018.

 

Berbagai terobosan dan strategi dilakukan BPOM untuk menghadapi dan menangani tren terkini kasus pelanggaran dan/atau kejahatan di bidang obat dan makanan. “BPOM terus meningkatkan efektivitas pengawasan melalui penindakan berdesain link khusus dengan intelijen, informan, kepolisian, dan kejaksaan dengan pola tangkap tahan terhadap pelaku pelanggaran,” ungkap Kepala BPOM RI.

 

“Selain itu BPOM mengembangkan strategi dan kapasitas investigasi terhadap modus kejahatan cyber online termasuk kolaborasi dengan masyarakat, media, dan criminal justice system (CJS) dalam operasi intelijen, menggerakkan potensi dan kapasitas pemerintah daerah termasuk peningkatan forum dan operasi bersama instansi/lembaga lain yang merupakan implementasi Inpres Nomor 3 Tahun 2017,” jelasnya lebih lanjut.

 

Tak hanya itu, BPOM juga menjaring dan memberdayakan tokoh masyarakat potensial untuk membudayakan perilaku peduli dan cerdas melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) berkesinambungan dan masif pada berbagai momen sosial di tengah masyarakat dan melakukan pendampingan pelaku usaha kecil/perorangan pada komunitas masyarakat desa/kelurahan melalui kegiatan bimtek dan sertifikasi menuju produk berdaya saing di pasar ekonomi. “Pemusnahan ini dilakukan dengan dua tujuan yaitu melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang berbahaya, serta melindungi produk obat dan makanan yang legal dan telah mendapat izin BPOM," kata Penny K. Lukito.

 

“BPOM memberikan dukungan penuh terhadap pelaku usaha agar dapat memproduksi obat dan makanan yang aman, bermanfaat, dan bermutu serta berdaya saing tinggi. Namun sekali lagi, jika pelaku usaha terbukti melanggar peraturan, BPOM tak segan untuk menindak dan menegakkan hukum agar pelanggaran diberi hukuman yang setimpal,” tegas Penny K. Lukito. (HM-Hasibuan)

 

Biro Humas dan Dukungan Strategis Pimpinan