Berita Aktual

BPOM Semakin Dekat untuk Melayani dan Melindungi Masyarakat

15 Januari 2019 15:06 WIB Dilihat 137 Kali Humas & DSP

Jakarta – Bertempat di Wisma Antara, BPOM menyelenggarakan kegiatan bertajuk Media Outlook “Refleksi Kinerja BPOM 2018 dan Proyeksi 2019”, Selasa (15/01). Acara ini bertujuan untuk memaparkan kepada media dan masyarakat tentang apa saja yang telah dilakukan BPOM selama tahun 2018 dan yang akan dilaksanakan pada tahun 2019. Kegiatan ini sebagai bentuk pertanggungjawaban BPOM kepada masyarakat, sehingga masyarakat dapat terus mendukung BPOM serta memberikan kepercayaannya. Dengan begitu, BPOM dapat semakin dekat untuk melayani dan melindungi.

Berbagai lintas sektor yang hadir antara lain Kementerian Koordinator Pemberdayaan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Kementerian Dalam Negeri RI (Kemendagri), Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia (GP Farmasi), Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), PT Biofarma, PT Industri Jamu dan Farmasi Sidomuncul, Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspres Indonesia (Asperindo), dan asosiasi lainnya. Para undangan menanggapi paparan yang disampaikan Kepala BPOM, baik mengkritisi, memberi masukan, saran, ide, maupun pendapat yang membangun.

Tahun 2018 merupakan tahun yang bersejarah karena BPOM banyak memulai sesuatu di tahun tersebut. Implementasi Peraturan Pemerintah No. 80 Tahun 2017 dalam hal perkuatan kelembagaan dimulai di tahun 2018. Dengan hadirnya Kedeputian Penindakan, dan perkuatan Inspektorat Utama, serta lahirnya 40 kantor BPOM di kabupaten/kota di seluruh Indonesia menjadi hadiah perkuatan kelembagaan bagi BPOM yang harus terus dibuktikan kinerjanya melalui kerja nyata. Ditambah dengan bergabungnya 1.066 putra dan putri terbaik bangsa dari 27 latar belakang pendidikan yang berbeda menambah daftar manis dukungan dan semangat bagi BPOM untuk terus meningkatkan peran dan fungsinya melalui pengawasan obat dan makanan di negeri ini.

Setelah Kepala BPOM melakukan pemaparan tentang capaian dan harapan ke depan, satu per satu perwakilan undangan memberikan tanggapannya. Secara umum, mereka memberikan apresiasi dan ucapan selamat kepada BPOM yang telah melakukan kinerjanya dengan baik. Selanjutnya para penanggap memberikan masukan yang membangun untuk BPOM. Salah satunya terkait hoaks yang tak hentinya berkeliaran setiap saat. Selain isu politik, hoaks makanan dan minuman dalam ruang lingkup kesehatan merupakan salah satu hal yang seksi untuk disebarluaskan. Menurut Irwan Hidayat, Presiden Direktur Sidomuncul, BPOM perlu menjawab persoalan ini karena hoaks sangatlah merugikan. Senada dengan itu, Tulus Abadi sebagai Ketua Pengurus Harian YLKI juga berpendapat serupa, menurutnya memerangi hoaks juga menjadi tugas BPOM. “BPOM mempunyai kompetensi untuk menjawab. BPOM punya legalitas untuk menjawab hal tersebut (hoaks tentang obat dan makanan yang beredar),” jelasnya.

Pada kegiatan ini, juga diperkenalkan kepada para undangan sebuah aplikasi BPOM mobile. Aplikasi ini berguna untuk melakukan identifikasi dan otentifikasi pada produk-produk yang diawasi oleh BPOM. Masyarakat dapat turut serta menggunakannya untuk memverifikasi legalitas produk yang akan mereka konsumsi. Dengan begitu, semua orang ikut dalam melakukan pengawasan obat dan makanan. Selain itu aplikasi ini juga dapat dimanfaatkan dalam membuat pengaduan kepada BPOM.

Pada tahun 2019 BPOM akan meneruskan kebijakan yang sudah digulirkan di 2018. “BPOM akan berada di depan untuk mendampingi, mengedukasi, memfasilitasi, dengan memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat serta pelaku usaha. Memastikan bahwa masyarakat terlindungi dari obat dan makanan yang  tidak aman dan berbahaya bagi kesehatan sehingga dapat mengganggu produktivitas dan kualitas bangsa ini,” tutup Penny K. Lukito, Kepala BPOM RI. (HM-Hendriq)

Biro Hubungan Masyarakat dan Dukungan Strategis Pimpinan